Jawa Pos Radar Lawu - Sebut saja Desa D, mendadak digegerkan denganpenemuan jenglot di salah satu rumah tokoh agama.
Warga berbondong-bondong menggeruduk rumahnya karena penasaran.
Mulanya, beberapa warga tak sengaja menemukan beda aneh tersebut saat giat bersih-bersih lumbung padi yang sedang kosong.
Lumbung sedianya akan dijadikan lokasi pengajian mengundang salah satu ustaz kondang memperingati hari jadi desa.
Sarmun (50) si pemilik lumbung juga tidak menyangka ternyata selama ini ada jenglot yang ditanam di kuda-kuda lumbung padi miliknya.
Warga menduga, jenglot tersebut sudah lama ditinggalkan pemiliknya karena terlihat sudah tidak terawat.
“Tempatnya di wuwung. Pas itu warga lagi bersih-bersih sarang laba-laba di atas. Sampai salah satu dari mereka menemukan jenglot. Bentuknya kecil. Mirip gingseng tapi bentuk kerangka manusia utuh dengan rambut panjang. Wah iya geger langsung,” ujar Haji Sarmun.
Benda yang disebut warga sebagai jenglot tersebut segera diamankan anggota pemerintah Desa D agar tidak disalahi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Hingga saat ini siapa pemilik jenglot yang berada di lumbung pada Haji Sarmun masih belum diketahui.
Kuat dugaan, benda tersebut sudah ada di sana sebelum Haji Sarmun membli lumbung tersebut 10 tahun yang lalu.
Baca Juga: Cerita Misteri Ikan Keramat Penunggu Telaga Sarangan, Bermahkota Emas Diyakini Titisan Kyai Pasir
“Tempat ini sebelumnya adalah pendopo milik seorang seniman pewayangan, Mas. Nah si seniman meninggal, tempatnya dijual sama anaknya. Ya saya beli gitu aja buat lumbung padi. Saya nggak tahu sama sekali kalau ternyata ada jenglot di sini.”
Sementara itu pengajian tetap berlangsung dengan khidmat 3 hari kemudian.
Warga dipimpin ustaz mengirim doa untuk tetap menjaga keselamatan dan kesejahteraan desa mereka. (*)