Cerita Misteri Jalur Pendakian Gaib Gunung Lawu
SETELAH botolnya penuh, Mila tersenyum puas, menutup tutup botol dan memasukkannya ke dalam tas.
Ia menaruh tasnya di atas batu, lalu melepas sepatu dan menggulung celana hingga lutut.
“Dingin banget pasti,” katanya ceria, menguncir rambutnya ke belakang sambil berdiri di bibir kolah.
“Enak nihmandi. Ya kan?” Sebelum ada yang sempat mencegah, Mila melompat. Air muncrat tinggi, membasahi batu dan kaki teman-temannya.
“Mil! Gila lo, Mil!” seru Andri. Ia melangkah maju, panik. “Tempat ini keramat, Mil! Yang bener aja, gila!”
“Hahaha... Gokil!” Danu bersorak, tertawa terbahak-bahak. Ia buru-buru mengangkat kamera, mengarahkan lensanya ke Mila yang sudah berenang santai.
“Dapat konten mahal!” teriaknya. “Lo keren banget, Mil! Udah kayak traveler! Ulang dong ulang dari lo lompat.”
Mila tergelak, mengayuh pelan ke arah tengah kolah, tubuhnya membelah permukaan air yang tenang.
“Aman, kok. Airnya seger banget, enak! Oke-oke gue naik dulu nanti take ulang ya.”
Ari diam membatu. Ia berdiri tak jauh dari kolah, tubuhnya menegang. Matanya tak berkedip, mengarah ke dasar kolah yang terlihat jelas.
Baca Juga: Terjebak di Jalur Gaib Diganggu Penunggu Hutan Gunung Lawu, Cerita Misteri Part 6
Sesuatu bergerak cepat. Di antara daun-daun bambu di dasar air, sebuah bayangan mengendap, melintas halus seperti kabut.
Itu bukan ikan. Bukan arus. Namun sebuah bayangan lebih besar. Seperti sedang naik perlahan, menuju permukaan.
Ari menahan napas. Hatinya berbisik, menelan ludah. “Ini cuma perasaanku apa mereka beneran marah?” (bersambung)
Editor : Nur Wachid