Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Misteri Gunung Lawu: Jalur Pendakian Keramat, Melanggar Pantangan Seharga Nyawa

Saestu Saget • Sabtu, 12 April 2025 | 05:30 WIB
Cerita misteri Gunung Lawu.
Cerita misteri Gunung Lawu.

Cerita Misteri Jalur Pendakian Keramat Gunung Lawu Part 18 (Tamat) 

MBAH Drajat kembali memejamkan mata. Duduk tegak bersila dengan tenang.

Bibirnya mulai komat kamit lagi.  Reno, Dika, dan Sarah hanya bisa menatap dengan napas tertahan.

Udara di sekitar mereka terasa lebih berat, seperti kawanan sesuatu bergerak mendekat cepat.

"SEKARANG!" bentak Mbah Drajat. Reno menggertakkan giginya. Di tenagh perasaan yang campur aduk, ia menarik napas Panjang.

Lalu berteriak sekuat tenaga. "ALYA DANIA! PULANG!"

Suara itu menggema di antara pepohonan. Sesaat, hening terasa membangunkan bulu kuduk Sarah dan Dika.

Lalu angin bertiup kencang, Sarah dan Dika saling merapat ketakutan.

Di alam lain, Alya terhuyung. Burung Jalak Lawu di depannya berkicau makin keras persis di dekat kepala Alya.

Sayapnya mengepak-ngepak mendorong Alya untuk maju. "Aku ingin pulang! Aku mau pulang!" Mantra yang terus Alya ucapkan dalam hati.

Sosok-sosok berwajah datar muncul lagi, mencoba menghalangi jalannya. Suara tawa mengerikan berjejal di telinga Alya.

Di tengah kekacauan itu, suara lain terdengar. Suara yang belum pernah muncul memanggil nama lengkapnya.

"ALYA DANIA! PULANG!" Sekejap mata burung-burung jalak menggandakan diri. Kerumunan terus bertambah banyak mengerubungi Alya.

Menelan tubuhnya bulat-bulat. Di dunia nyata, di semak-semak yang tak jauh dari tempat ritual, Reno berhenti.

Tubuh Alya tergeletak tanpa kesadaran. Sarah langsung menjerit histeris dan memeluknya erat, tangisnya pecah. "ALYA!!”

Tangis haru pecah tak tertahan. Dika dan Reno ikut terduduk di samping Alya yang mulai sadarkan diri.

Masih tak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan. Reno, yang biasanya sinis dan meremehkan hal gaib, kini hanya bisa menatap Alya dengan tatapan kosong.

Mbah Drajat tersenyum tipis. "Ia kembali. Tapi ingat, anak muda... semua ini ada harganya."
Bersama kalimat Mbah Drajat, rombongan burung jalak lawu terbang menjauh diiringi kicauan peringatan. (tamat) 

Editor : Nur Wachid
#gunung lawu #cerita misteri #keramat #jalur pendakian