Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Misteri Gunung Lawu: Jalur Pendakian Keramat, Penampakan Bayangan Diikuti Kelebatan Jalak Lawu saat Memasuki Dimensi Lain

Saestu Saget • Sabtu, 12 April 2025 | 00:10 WIB
Cerita misteri Gunung Lawu.
Cerita misteri Gunung Lawu.

Cerita Misteri Jalur Pendakian Keramat Gunung Lawu Part 15 

ALYA terbangun dengan napas tersengal. Kepalanya terasa berat, ada beban tak kasat mata yang menekan pikirannya.

Samar-samar, ia mengingat kejadian terakhir sebelum semuanya menjadi gelap. Tiga sosok dengan mata menyala, menatapnya tanpa ekspresi.

Teriakannya menggema, lalu seketika tubuhnya hilang kesadaran. Sekarang, ia terbaring di tanah yang dingin dan lembab. Aroma asing menyeruak ke hidungnya.

Perpaduan antara hutan dalam, dedaunan membusuk, dan sesuatu yang tak bisa ia jelaskan.
Hutan ini berbeda.

Tidak ada suara angin, tidak ada gemerisik dedaunan, bahkan tidak ada suara binatang. Semua yang Alya lihat tidak nyata. Tidak hidup.

Saking sunyinya Alya sampai bisa mendengar jantungnya berdetak.

“Cuit… Cuit…” Alya tersentak kaget. Suara burung jalak.

Ia menoleh. Di atas batu besar tak jauh dari tempat duduknya, seekor burung jalak Lawu bertengger.

Menatapnya tajam, seolah memanggil, seolah hanya Alya alasan kedatangannya.

Jalak Lawu melompat dari pohon ke dahan. Dari satu pohon ke pohon lainya. Terbang rendah, sesekali turun melompat-lompat kecil, seolah sengaja menuntun.

Baca Juga: Cerita Misteri Gunung Lawu: Jalur Pendakian Keramat, Dia Seharusnya Tak di Sini

Alya mengejarnya. Di tiap Langkah, kejadian-kejaidan menyeramkan terus berulang. Suara tawa perempuan, benda jatuh dari kanan dan kirinya.

Kabut pekat turun, menghentikan langkah Alya beberapa saat. Di tengah kabut yang membuat Alya hilang arah, burung Jalak Lawu masih di sana.

Kuning di paruh dan kakinya menyala keemasan. Jadi lentera bagi Alya.

“ALYA!!” Seseorang memanggil. Alya berhenti lagi. Suaranya Sarah.

“GUE DI SINI, AL!” Di belakangnya—berlawanan arah dari perginya burung jalak lawu—bayangan Sarah melambai.

“GUE DI SINI, AL! LO KE MANA AJA SIH?” Alya menelan ludah.

Ke mana? Siapa yang harus ia percaya? (bersambung) 

Editor : Nur Wachid
#gunung lawu #cerita misteri #jalak lawu #jalur pendakian