Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Cerita Misteri Gunung Lawu: Jalur Pendakian Keramat, Penampakan Jalak Lawu di Ritual Pencarian Alya

Saestu Saget • Jumat, 11 April 2025 | 23:15 WIB
Cerita misteri Gunung Lawu.
Cerita misteri Gunung Lawu.

Cerita Misteri Jalur Pendakian Gunung Lawu Part 14 

LANGIT mulai berubah jingga saat Dika, Reno, dan Sarah akhirnya tiba di pos 3 Gunung Lawu.

Napas mereka tersengal, bukan hanya karena perjalanan mendaki yang melelahkan, tetapi juga beban yang mereka bawa dalam hati.

Mereka akhirnya setuju. Mbah Drajat menyaratkan ritual persis di tempat Alya hilang.

Tubuh kurus dan sorot mata yang sulit dibaca. Mbah Drajat duduk bersila di tengah hutan dipayungi rimbun pepohonan.

Kelopak matanya mengatup, bibirnya komat-kamit merapal mantra beriringan suara angin.

Sarah menelan ludah. Suasana begitu hening. Hawa dingin menyusup sampai relung.

Dika melirik Reno yang sedari tadi memasang wajah tidak sabar.

“Ini konyol,” bisik Reno pelan. “Kalau bukan demi Alya, aku tidak akan percaya sama orang gila kayak dia.”

Dika melotot tajam, memberi isyarat agar Reno diam.

“Sttttt... !!” Sarah menimpali. “Jangan ada yang bicara.”

Meski dalam hati ia juga ragu, tidak ada pilihan lain. Usaha tim pencari masih belum membuahkan apa-apa. Tak ada salahnya mencoba cara lain.

Tiba-tiba, angin berembus lebih kencang. Kabut pekat bergerak cepat menutupi mereka berempat.

Hawa mencekam mengurung mereka, mengubah sekitar jadi remang-remang.

Di tengah kabut yang melingkupi, dari balik pepohonan, muncul seekor burung Jalak Lawu.

Bukan burung biasa. Bulu hitamnya tampak lebih mengkilap, warna kuning di paruh serta kakinya berkilauan seperti emas.

Burung itu berdiri tegak di atas sebuah batu, seperti seorang panglima yang siap mengerahkan pasukannya.

Sarah menggigit bibir, matanya tak lepas dari burung di hadapannya. Mbah Drajat membuka matanya perlahan, tatapannya tegas, memohon pertolongan.

“Pasukan Jalak Lawu sudah datang,” bisiknya lirih. “Semoga mereka mengizinkan kita membawa Alya pulang.”

Dika dan Sarah bertukar tatap. Sementara Reno hanya mematung.

Di lubuk hatinya, meski ia tak mau mengakui, sesuatu yang asing merayap dalam dirinya.
Sebuah keganjilan yang tidak bisa ia jelaskan.

“I-ini?” Hanya Reno yang mendengarnya. “Kenapa tiba-tiba sangat ramai di sini?” (bersambung) 

Editor : Nur Wachid
#gunung lawu #cerita misteri #jalak lawu #jalur pendakian