Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

CERITA MISTERI | Perjalanan (6/Habis) - Takut De Javu Cemorosewu, Pandangan Perlahan Gelap lalu Badan Roboh

Deni Kurniawan • Jumat, 15 November 2024 | 04:30 WIB
Ilustrasi cerita misteri Perjalanan (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi cerita misteri Perjalanan (AI GENERATED/CHAT GPT)

MISTERI belum pergi dari Dinaryan. Dia kini memboncengkan Sila yang bukan Sila sesungguhnya. Serupa awal cerita, Sila malam itu juga menempelkan dagunya ke pundak kiri Dinaryan.

Pria yang sudah menahun menjadi tukang ojek itu takut mengalami de javu. Dia enggan bertanya kepada Sila, takut dijawab ingin muncak lewat Cemorosewu.

Tak ada percakapan dalam perjalanan itu. Cuma deru lalu lalang kendaraan yang masuk telinga.

Dalam hati, Dinaryan cuma ingin segera sampai rumah Sila.

Sampai di sebuah bangjo alias lampu merah, beberapa pengendara yang berhenti memandangi Dinaryan.

Dinaryan merasa risih karena itu.

Dia lantas menggerakkan pundak kirinya, agar Sila tak menempelkan dagunya. Pun, duduk agak mundur.

''Mas, mending sampeyan tidak melanjutkan perjalanan. Istirahat dan berhenti di tempat ramai lebih dahulu,'' kata seorang pengendara dengan meyakinkan.

Dinaryan menangkap keseriusan saran seorang pengendara itu.

Dia lantas berhenti di sebuah mini market.

Sesaat setelah turun dari motor, pandanggan Dinaryan perlahan menjadi gelap.

Badannya roboh di area parkir.

Spontan, sejumlah orang menolong.

Jaket tebal bertuliskan nama kelompok ojek pangkalan yang dikenakan Dinaryan dilepas.

Namun, dia tak kunjung sadar dari pingsan.

Orang-orang lantas membawanya ke pelayanan kesehatan terdekat.

''Kasihan tukang ojek tanpa penumpang ini, dia pasti sangat  lelah,'' gumam salah satu orang yang menolong Dinaryan. (*)

*Penulis bekerja di Radar Madiun

 

Editor : Deni Kurniawan
#misteri #cerpen #de javu #cemorosewu #Cerita