JAM kerja masuk waktu istirahat. Bos gendut memanggil Tiara.
Gadis yang sudah tak lagi gadis itu berjalan menuju ruangan bos. Para pekerja lain masih mengatami Tiara dengan tatapan penuh misteri.
Hal itu bukan karena Tiara yang dicap sebagai simpanan bos, melainkan karena sosok nenek yang sedari tadi membuntuti Tiara.
Sampai ruangan bos, seperti biasa si hidung belang ingin melampiaskan nafsu bejatnya.
Ancaman pecat terus berlaku.
Tiara tidak bisa menolak.
Namun, kaki bos terkilir saat hendak meraba Tiara.
Tiara seketika menjerit.
Sebab, si bos bukan cuma terjatuh. Kepalanya kelewat keras membentur lantai hingga pingsan.
Suasana kantor berubah menjadi gaduh.
Tiara dituduh membuat celaka pimpinan salah satu divisi di perusahaan tempatnya bekerja.
Nasibnya berada di ujung tanduk.
Sementara di rumah sakit, si bos mesum mendapat perawatan intensif.
Si bos koma selama seminggu.
Setelah sadar, bos mendapat cerita kondisi terkini kantor.
Termasuk, posisi Tiara yang terancam dipecat.
Mendengar hal itu, bos menyatakan bahwa dirinya celaka bukan disebabkan Tiara.
''Aku tidak akan berbuat jahat lagi kepadamu,'' kata bos kepada Tiara.
''Aku tak mau lagi diikuti perempuan tua yang mengaku sebagai nenekmu. Dia memintaku minta maaf kepadamu,'' lanjut si bos. (*)
*Penulis bekerja di Radar Madiun
Editor : Deni Kurniawan