Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

CERITA MISTERI | Pemuda Kaki Lawu (4) - Untuk Keberuntungan di CPNS 2024, Sakat Nekat Minta Jimat ke Balai Desa Angker

Deni Kurniawan • Selasa, 10 September 2024 | 03:45 WIB
Ilustrasi cerita misteri Pemuda Kaki Lawu (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi cerita misteri Pemuda Kaki Lawu (AI GENERATED/CHAT GPT)

KEINGINAN menjadi PNS pemuda dusun di kaki Gunung Lawu ini sudah di ubun-ubun. Senyuman Pak Marmo atas pertanyaannya tempo hari membesarkan hati Sakat untuk menyelami seleksi CPNS 2024.

Kian meningkat intensitas berkhayal menjadi pegawai di dinas yang mengurusi pariwisata dan wisata. Pernah juga, dia membayangkan kunjungan lapangan di wisata Telaga Sarangan.

Sakat membayangkan dirinya disapa banyak orang. Beberapa juga minta foto bersama. Para tetanngga yang jualan keliling di telaga menyalami.

Pemuda 20 tahun ini senyum-senyum sendiri dengan khayalan di kepalanya.

''Agar cita-citaku ini terwujud, usaha di berbagai aspek harus dilakukan,'' gumamnya sendirian.

Banyak yang bilang, ada tiga aspek penting untuk menjadi pegawai.

Yakni keberuntungan, kecakapan alias kompetensi, dan faktor orang dalam.

Sakat tumbuh besar di keluarga petani. Menanam, merawat, memupuk, dan memanen sayuran -terkadang gagal panen, menjadi kesehariannya.

Itu berarti Sakat nihil aspek orang dalam.

Soal kecakapan atau kompetensi, dia tergolong lumayan.

Bapak atau ibunya, saat ambil rapor Sakat sewaktu SD, pasti semringah.

Sakat kecil langganan juara kelas.

Perihal keberuntungan, dia masuk kategori apes.

Dahulu, Sakat pernah jumpalitan lalu nyungsep ke selokan saat main sepeda.

Patah tulang tangan karena jatuh saat memetik rambutan. Kepalanya juga dijahit empat.

Sewaktu SMA, dia belum pernah punya pacar sebagaimana umumnya generasinya. Sampai sekarang juga begitu.

Mencoba mengutarakan cinta, si perempuan malah cengengesan.

Apa yang dilakukannya dikira tuga mata pelajaran Bahasa Indonesia, latihan drama.

Kepalang malu, Sakat membablaskan anggapan itu.

Sejak saat itu, dia merasa bahwa dirinya merupakan manusia yang jauh dari keberuntungan.

''Supaya beruntung div CPNS 2024, saya harus ke balai desa yang angker, misterius, dan penuh mesteri itu,'' katanya dalam hati.

Sakat berniat minta jimat.

Menurutnya, itu selaras dengan seorang perempuan sesuai cerita Pak Marmo.

Bahwa, si perempuan itu minta penglaris di balai desa di kawasan kaki Gunung Lawu itu. (*/bersambung)

*Penulis bekerja di Radar Madiun

Editor : Deni Kurniawan
#pemuda #misteri #jimat #cerpen #pns #angker #wisata #CPNS 2024 #misterius #gunung #lawu #Cerita #balai desa