Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Dari Es Keliling ke ITB! Ini Kisah Avan dari Ponorogo yang Lolos Seleksi Jalur Prestasi, tanpa Les Privat Raih Ratusan Trofi

Sugeng Dwi N. • Kamis, 10 Juli 2025 | 02:16 WIB
Ivan Ferdiansyah Hilmi, anak penjual es keliling dari Ponorogo diterima ke ITB jalur prestasi.
Ivan Ferdiansyah Hilmi, anak penjual es keliling dari Ponorogo diterima ke ITB jalur prestasi.

Jawa Pos Radar Lawu – Di balik rumah sederhana berukuran 6x10 meter di Kelurahan Mangkujayan, Ponorogo, tersimpan ratusan trofi hasil jerih payah seorang remaja bernama Avan Ferdiansyah Hilmi.

Anak penjual es keliling ini membuktikan bahwa prestasi tak mengenal latar belakang ekonomi.

Avan diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025.

Avan lolos ke Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, salah satu fakultas bergengsi di ITB yang telah lama menjadi impiannya sejak kelas X di SMAN 1 Ponorogo.

Bukan sekadar mimpi kosong, remaja kelahiran 6 April 2006 itu merupakan peraih berbagai juara dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan sederet kompetisi akademik bergengsi lainnya sejak SD.

Tanpa Les Privat, Belajar Mandiri di Tengah Kesibukan Membantu Orang Tua

Tak seperti siswa lain yang mengikuti bimbingan belajar mahal, Avan belajar mandiri di rumah.

Di tengah kesibukannya membantu orang tua menyiapkan dagangan es yang dijual keliling, ia menyisihkan waktu untuk membaca, mengerjakan soal, hingga berlatih lomba.

Trofi yang memenuhi ruang tamu rumahnya menjadi saksi kerja kerasnya selama lebih dari satu dekade.

“ITB sudah jadi target sejak awal SMA. Saya nge-push nilai harian dan ikut lomba-lomba yang berhubungan dengan kampus itu,” ungkapnya.

Diterima ITB Khawatir Biaya, Avan Urus KIP-K

Meski lolos ke kampus impian, perjuangan Avan belum selesai. Uang Kuliah Tunggal (UKT) di ITB bukan hal yang ringan bagi keluarganya.

Ayahnya, Eko Yulianto, mengaku cukup khawatir. Sebagai penjual es keliling, biaya kuliah menjadi tantangan baru.

“UKT-nya tinggi. Tapi kami sedang berusaha agar bisa dibantu lewat program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Sudah konfirmasi ke pihak kampus, katanya diminta menunggu proses verifikasi,” ujar Eko.

Avan sendiri kini sedang menyiapkan dokumen untuk proses pengajuan bantuan pendidikan tersebut. Ia berharap bisa melanjutkan pendidikan tanpa membebani kedua orang tuanya.

Dari Trofi ke ITB, Avan Adalah Potret Harapan Anak Bangsa

Kisah Avan Ferdiansyah Hilmi bukan sekadar cerita inspiratif. Ia adalah simbol dari ketekunan, keuletan, dan bukti nyata bahwa pendidikan adalah hak semua anak, tak peduli status ekonomi.

Di tengah sistem seleksi yang semakin kompetitif dan biaya pendidikan tinggi yang terus menjadi tantangan, Avan muncul sebagai harapan baru bagi banyak anak muda di daerah. (gen/kid)

 

Editor : Nur Wachid
#itb #kip-k #Avan Ferdiansyah Hilmi #jalur prestasi #anak penjual es keliling #viral #ponorogo