Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Trauma Akibat 5 Menit Viral, Siswi di Gorontalo Dapat Pendampingan Dinas PPPA, Bagaimana Nasib Pendidikannya?

Andi Chorniawan • Kamis, 26 September 2024 | 18:29 WIB
Video viral 5 menit oknum guru dan siswa di Gorontalo. (CAPTURE ISTIMEWA)
Video viral 5 menit oknum guru dan siswa di Gorontalo. (CAPTURE ISTIMEWA)

GORONTALO, Jawa Pos Radar Lawu – Siswi yang diduga menjadi korban pelecehan oleh oknum guru dan videonya viral di media sosial mengalami trauma. 

Persoalan psikologis itu terungkap usai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gorontalo turun tangan memberikan pendampingan.

Zascamelya Uno, kepala dinas PPPA Gorontalo, menyampaikan bahwa korban mengalami trauma akibat banyaknya tekanan setelah kasusnya menjadi konsumsi publik.

Kasus ini menjadi perbincangan khalayak setelah video dewasa oknum guru dan siswa beredar luas di ruang maya.

Netizen berusaha mencari tahu pemeran, lokasi pengambilan video, hingga progres penyelidikan polisi.

Dinas PPPA Gorontalo berfokus mendampingi sekaligus memulihkan psikologis. 

“Kami akan terus mendampingi anak ini karena jelas dia mengalami trauma,” kata Zascamelya Uno dalam konferensi pers di Polres Gorontalo, Rabu (25/9), dilansir dari Kontras.id.

“Setelah pemeriksaan, kami akan melakukan asesmen dengan psikolog untuk menenangkan dan memulihkan kembali kondisi psikologisnya.”

Zascamelya menyatakan bahwa hak-hak korban sebagai harus tetap dijaga. 

Kendati siswi tersebut tengah menghadapi masalah berat.

Hak anak yang sedang mengalami trauma dan perlu diperhatikan ini khususnya pendidikan.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah agar anak ini tetap bisa melanjutkan pendidikannya.” 

“Kami tidak ingin kasus ini menghalangi dia mendapatkan ijazahnya, terutama karena dia sudah kelas 12.”

Itu hak anak yang dilindungi oleh undang-undang, apapun kondisinya,” kata Zascamelya.

Selain fokus pemulihan kondisi anak, Zascamelya mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam melindungi hak anak.

Salah satunya dengan tidak menyebarkan dan menghapus video 5 menit oknum guru dan siswi yang kini mengalami trauma.

Tujuannya agar tidak memperburuk keadaan.

Editor : Andi Chorniawan
#pendidikan #psikologis #gorontalo #Dinas PPPA #siswi #trauma #oknum guru #viral #5 Menit