Jawa Pos Radar Lawu – Kejadian tragis terjadi di Stasiun Lemah Abang, Cikarang Utara, ketika seorang siswi SMP berinisial N, 14 tahun, tewas setelah menabrakkan diri ke kereta pada Selasa sore (28/8/2024).
Korban ditemukan tergeletak di jalur kereta dan diduga kuat sengaja melakukan bunuh diri.
Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Sutrisno, mengungkapkan bahwa korban ditemukan dengan posisi terbaring di rel sebelum kereta api melintas.
Salah seorang saksi mata menyaksikan langsung kejadian ini, mengungkapkan bahwa korban sengaja berbaring di jalur kereta sebelum tertabrak oleh KA 61 Sembrani yang datang dari arah timur.
Selain penemuan jasad korban, polisi juga menemukan surat wasiat yang ditinggalkan oleh N di dekat lokasi kejadian.
Isi surat wasiat ini begitu menyayat hati, menggambarkan kesedihan mendalam yang dirasakan korban setelah kehilangan ayahnya.
"Saya neng Putriyan, saya tinggal di dekat pom bensin Al-Barkah Urip Sumoharjo, tolong sampaikan surat ini kepada ibu saya (Mulyanah)," demikian tulis N dalam suratnya.
Dalam surat tersebut, N juga meminta maaf kepada ibunya karena merasa belum bisa membahagiakannya dan selalu menjadi beban.
"Maaf, Mah, dede belum bisa jadi yang terbaik buat mamah, dede selalu nyusahin mamah," lanjutnya.
Baca Juga: Thom Haye Dikabarkan Gabung Klub Langganan Liga Champions sebagai Gelandang, Kroasia, Dinamo Zagreb
Baca Juga: Ipong-Luhur Daftar ke KPU di Hari Kedua, Simbol Menang Pilkada Ponorogo 2024 Kedua Kali?
Surat wasiat itu juga mengungkapkan keinginan korban untuk dimakamkan di samping makam ayahnya.
"Dede pengen ngikut bapak, soalnya bapak di kuburan," tutup N dalam suratnya.
Pihak kepolisian Cikarang Utara kini sedang mendalami lebih lanjut maksud dan konteks dari surat wasiat tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat tragis akan pentingnya dukungan emosional bagi anak-anak dan remaja, terutama dalam menghadapi kehilangan dan tekanan hidup. (kid)
Editor : Nur Wachid