Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Pesawat F16 Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi Jalani Misi Close Air Support di Latgabma Keris Woomera 2024, Siapkan Daya Tembak Dukungan 

Aprilita Sari • Kamis, 14 November 2024 | 20:46 WIB
Lanud Iswahjudi mengirimkan dua pesawat F16 jalankan misi Close Air Support (CAS) di Latgabma Keris Woomera 2024 bersama ADF di Situbondo. (LANUD ISWAHJUDI UNTUK JAWA POS RADAR LAWU)
Lanud Iswahjudi mengirimkan dua pesawat F16 jalankan misi Close Air Support (CAS) di Latgabma Keris Woomera 2024 bersama ADF di Situbondo. (LANUD ISWAHJUDI UNTUK JAWA POS RADAR LAWU)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Lawu – Dua pesawat F-16 C/D Fighting Falcon dari Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi melakukan misi Close Air Support (CAS) sebagai bagian dari Latihan Gabungan Multinasional (Latgabma) Keris Woomera 2024 di Pantai Banongan, Situbondo, Rabu (13/11/2024).

Latihan yang melibatkan TNI dan Angkatan Pertahanan Australia (ADF) ini bertujuan meningkatkan kesiapan tempur dan kerja sama bilateral. Latihan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (16/11/2024).

Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Firman Dwi Cahyono, menyatakan Latgabma Keris Woomera 2024 merupakan misi strategis untuk memperkuat pertahanan dan kapabilitas TNI AU di kawasan Indo-Pasifik.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI AU dalam menjaga stabilitas dan keamanan, serta mempererat kerja sama militer antara Indonesia dan Australia,” jelas Firman.

Kadisops Lanud Iswahjudi sekaligus Komandan Satuan Tugas Udara Latgabma Keris Woomera, Kolonel Pnb Bambang Aprianto, menjelaskan bahwa dua pesawat F-16 C/D yang digunakan dalam latihan ini memiliki Tail Number TS-1640 dan TS-1641.

Kapten Pnb Marko "Fawkes" Andersen dan Kapten Pnb Hangga "Rocket" Dwipayana mensimulasikan membawa bom MK-82 sebagai bentuk dukungan tembakan untuk membantu pasukan amfibi menguasai wilayah sasaran.

Misi ini juga melibatkan koordinasi dengan Joint Terminal Attack Controller (JTAC) dari Denmatra 2 Kopasgat, yang membantu dalam pengeboman dan evaluasi kerusakan (Battle Damage Assessment/BDA) untuk mengukur efektivitas serangan.

Latihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan tempur penerbang, tetapi juga memperkuat sinergi dengan pasukan darat dan laut.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Wisata Kuliner Khas Boyolali yang Wajib Dicoba, Nomor 4 Paling Banyak Dicari!

Baca Juga: Niagara Waterpark: Daya Tarik, Fasilitas, Harga Tiket, Jam Operasional, dan Rute

“Latihan gabungan ini juga menunjukkan kesiapan integrasi dan kemampuan tempur TNI dengan dukungan dari militer negara sahabat,” tutup Kolonel Bambang. (ril/kid)

 

 

Editor : Nur Wachid
#2024 #magetan #Close Air Support #pesawat #skadron udara 14 #lanud iswahjudi #Misi #ADF #Latgabma Keris Woomera #f16 #situbondo #tni au