Jawa Pos Radar Lawu - Pulau Madura selama ini dikenal lewat karapan sapi dan kuliner bercita rasa kuat.
Namun sejak akses semakin mudah berkat Jembatan Suramadu, Madura menjelma menjadi destinasi wisata yang patut diperhitungkan.
Mulai dari wisata sejarah, religi, pantai eksotis, hingga pulau kecil berair sebening kristal, semuanya bisa kamu temukan di satu pulau.
Jika kamu sedang merencanakan liburan ke Madura, tujuh destinasi berikut wajib masuk itinerary.
1. Museum Keraton Sumenep
Museum Keraton Sumenep menjadi ikon wisata sejarah paling penting di Madura. Kompleks ini terdiri dari empat bangunan keraton utama dan satu area Pemandian Putri Taman Sare yang sarat nilai historis.
Di sisi selatan keraton, pengunjung dapat melihat daftar para Bupati dan Raja Sumenep, termasuk kereta kebesaran peninggalan Arya Wiraradja yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun. Koleksi berharga lain seperti Al-Qur’an tulisan tangan Sultan Abdurrahman dan kereta kuda hadiah dari Kerajaan Inggris juga tersimpan di museum ini. Meski beberapa ruang bersifat terbatas, wisatawan tetap dapat menikmati kemegahan arsitekturnya dari luar, bahkan mencuci muka di Pemandian Putri Taman Sare yang penuh cerita sejarah.
2. Vihara Avalokitesvara
Didirikan sejak abad ke-18, Vihara Avalokitesvara dikenal sebagai salah satu vihara tertua di Madura. Letaknya strategis, tak jauh dari Pantai Talang Siring, sehingga mudah dijangkau wisatawan.
Bangunan vihara ini memiliki bentuk dan ukuran yang tidak biasa. Pada awal abad ke-20, tempat ini sempat difungsikan sebagai lokasi penyimpanan patung peninggalan Kerajaan Majapahit. Keunikan lainnya, dalam satu kompleks yang sama terdapat pura dan musala, menjadikan Vihara Avalokitesvara sebagai simbol nyata harmoni dan toleransi antarumat beragama.
3. Masjid Agung Sumenep
Masjid Agung Sumenep merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia dengan nilai sejarah yang sangat tinggi. Pembangunannya dimulai pada masa Pangeran Natasukuma I dan kemudian diperluas atas perintah Pangeran Natakusuma seiring bertambahnya jumlah jemaah.
Masjid ini dirancang oleh arsitek Tionghoa bernama Lauw Piango dan dibangun kembali pada periode 1779–1787. Keistimewaannya terletak pada perpaduan gaya arsitektur Jawa, Tionghoa, dan Eropa. Di dalam masjid tersimpan peninggalan bersejarah berupa pedang di atas kubah serta batu giok seberat sekitar 20 kilogram.
4. Pantai Siring Kemuning
Pantai Siring Kemuning menawarkan karakter unik berupa pasir berwarna kuning yang jarang ditemui di pantai lain. Ombaknya yang relatif tenang menjadikan pantai ini aman untuk berenang maupun snorkeling ringan.
Dengan garis pantai sekitar 100 meter, Pantai Siring Kemuning dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum dengan biaya terjangkau. Keindahan alaminya membuat pantai ini digemari wisatawan lokal hingga luar daerah.
5. Pantai Slopeng
Pantai Slopeng dikenal sebagai salah satu spot terbaik menikmati matahari terbenam di Madura. Dengan tiket masuk sekitar Rp5.000, wisatawan sudah bisa menikmati panorama laut yang memikat.
Keunikan Pantai Slopeng terletak pada pasirnya yang merupakan perpaduan pasir putih dan pasir hitam mengandung besi. Saat terkena sinar matahari, pasir ini tampak berkilau. Tak heran jika pantai ini selalu ramai, terutama saat akhir pekan dan hari libur.
6. Bukit Kapur Jaddih
Bukit Kapur Jaddih dulunya merupakan kawasan tambang kapur putih. Kini, area tersebut berubah menjadi destinasi wisata alam yang sangat populer dan Instagramable.
Tebing kapur menjulang tinggi berpadu dengan kolam air alami yang dikenal sebagai Gua Potte, menciptakan lanskap unik dan dramatis. Lokasinya sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Bangkalan dan sekitar 28 kilometer dari Surabaya. Dengan tiket masuk yang murah, Bukit Jaddih menjadi magnet wisatawan dari berbagai daerah.
7. Gili Labak
Gili Labak adalah pulau kecil seluas kurang dari 5 hektare yang menawarkan pesona laut Madura yang masih alami. Pulau ini dapat dijelajahi dengan berjalan kaki hanya sekitar 30 menit.
Air lautnya sangat jernih, terumbu karang masih terjaga, dan pemandangan kapal wisata di sekitar pantai menambah keindahan suasana. Meski kecil, Gili Labak tidak kosong. Pulau ini dihuni sekitar 35 kepala keluarga, sehingga wisatawan tetap dapat menemukan tempat makan dan fasilitas dasar selama berkunjung. (fin)
Editor : AA Arsyadani