Jawa Pos Radar Lawu - Kota Malang tidak hanya dikenal dengan udara sejuk dan panorama pegunungannya yang menawan. Di balik keindahannya, kota ini menyimpan sederet destinasi eduwisata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi.
Menggabungkan unsur hiburan dan pembelajaran, tempat-tempat ini cocok bagi keluarga, pelajar, maupun wisatawan yang ingin berlibur sambil menambah wawasan.
Berikut tujuh tempat eduwisata terbaik di Malang dan sekitarnya yang menawarkan pengalaman seru sekaligus mendidik.
1. Jatim Park 2: Wisata Satwa dan Pengetahuan Alam
Terletak di Kota Batu, Jatim Park 2 menjadi salah satu ikon wisata edukatif di Jawa Timur. Di dalamnya terdapat Museum Satwa dan Batu Secret Zoo yang memperkenalkan berbagai satwa dari seluruh dunia.
Tak hanya menyaksikan koleksi hewan langka, pengunjung juga bisa belajar tentang habitat, rantai makanan, hingga konservasi satwa melalui berbagai wahana interaktif. Tempat ini kerap menjadi tujuan utama wisata keluarga dan rombongan sekolah disaat hari libur bertamasya.
tak hanya wisata edukasi saja yang disuguhkan, tetapi berbagai hiburan seperti wahana dan juga games yang seru juga di suguhkan di jatim park 2.
2. Museum Angkut: Menelusuri Sejarah Transportasi Dunia
Bagi pencinta otomotif dan sejarah, Museum Angkut di Kota Batu adalah destinasi wajib. Museum ini menampilkan lebih dari 300 koleksi kendaraan dari berbagai era dan negara.
Selain menambah wawasan tentang perkembangan teknologi transportasi, pengunjung juga disuguhi pengalaman imersif melalui zona tematik, seperti area Hollywood, Inggris Kuno, hingga Indonesia tempo dulu.
eduwisata yang menarik ini ditujukan sebagai sarana edukasi sebagai tokoh otomotif kendaraan di era dulu hingga sekarang, terdapat juga banyak pameran mobil yang unik dan langka.
jika kamu seorang pecinta otomotif, mungkin museum angkut adalah alternatif terbaik kamu untuk mengisi di hari libur bersama keluarga atau teman.
3. Kampung Warna-Warni Jodipan: Edukasi Kreativitas dan Sosial
Awalnya merupakan kawasan kumuh di tepi Sungai Brantas, Kampung Warna-Warni Jodipan kini menjadi salah satu ikon wisata kreatif Malang.
Inisiatif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang mengubah kawasan ini menjadi kampung penuh warna dengan mengecat seluruh kawasan ini, sekaligus contoh sukses proyek sosial berbasis masyarakat untuk menunjang dan memperbaiki keutuhan kampung dengan ide kreatif mahasiswa.
Selain berfoto, wisatawan juga bisa belajar tentang pemberdayaan warga, seni mural, dan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas. Salah satu daya tarik inilah kawasan kampung warna-warni menjadi tujuan para wisatawan karna penasaran dengan keindahan warna dari kampung tersebut.
4. Kawasan Kayutangan Heritage: Nostalgia di Tengah Modernitas
Berjalan di Kayutangan Heritage Area seperti melangkah mundur ke masa kolonial Belanda. Jalan beraspal batu, rumah tua bergaya art deco, dan deretan toko lawas menambah kesan vintage kawasan ini.
Menurut Kompas.com, kawasan Kayutangan dulunya adalah pusat perdagangan elit kolonial. Kini, kawasan ini direvitalisasi menjadi destinasi wisata sejarah, lengkap dengan mural tematik, pementasan musik jalanan, dan deretan kafe klasik yang ramai di malam hari.
Kayutangan Heritage adalah bukti bagaimana Malang menjaga identitas lamanya tanpa kehilangan semangat modernitas.mengunjungi destinasi ini akan memberikan pembelajaran mengenai sejarah pada masa kolonial belanda.
5. Masjid Agung Jami’ Malang: Perpaduan Arsitektur Jawa dan Arab
Tepat di sisi barat Alun-Alun Malang berdiri Masjid Agung Jami’, salah satu bangunan keagamaan tertua di kota ini. Didirikan pada 1890-an, masjid ini memadukan gaya arsitektur Jawa tradisional dengan pengaruh Timur Tengah.
Dikutip dari Indozone Travel, keunikan masjid ini terletak pada atap limas bersusun tiga dan kubah besar di bagian tengah, melambangkan harmoni antara budaya lokal dan Islam.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial warga Malang. Pada malam Ramadan, area sekitar masjid dipenuhi penjual takjil dan wisatawan religi.
6. Museum Malang Tempo Doeloe: Melihat Sejarah Kota dari Masa ke Masa
Jika ingin memahami sejarah Malang secara utuh, Museum Malang Tempo Doeloe adalah tempat yang tepat. Berada di Jalan Gajahmada, museum ini menyajikan koleksi foto, artefak, dan diorama perjalanan kota Malang sejak zaman prasejarah, kolonial, hingga era modern.
museum ini memiliki konsep interaktif, di mana pengunjung bisa “berjalan melewati waktu” melalui ruang tematik digital.
Selain edukatif, interior klasik museum ini juga kerap dijadikan lokasi foto prewedding dan konten sejarah.
7. Stasiun Kota Baru Malang: Gerbang Klasik Menuju Kota Apel
Bagi banyak pelancong, Stasiun Kota Baru Malang adalah titik awal petualangan di kota ini. Diresmikan pada tahun 1941, bangunan stasiun ini menampilkan gaya arsitektur art deco khas Belanda.
stasiun ini masih mempertahankan desain aslinya meski sudah melalui beberapa renovasi. Pilar besar, langit-langit tinggi, dan jendela melengkung memberikan nuansa nostalgia yang kuat. sehingga wisatawan merasa di era belanda.
Kini, selain menjadi fasilitas transportasi utama, stasiun ini juga sering dijadikan lokasi fotografi bertema vintage oleh wisatawan dan komunitas fotografi. hal ini juga menunjang per fotografian di daerah malang.
Kota dengan Wajah Sejarah dan Kreativitas
Ketujuh destinasi di atas menggambarkan betapa kaya dan berwarnanya wajah Kota Malang. Di antara gedung kolonial, kampung kreatif, dan ruang publik yang hidup, Malang terus berkembang tanpa melupakan akar sejarahnya, wisata dan edukasi yang menarik ini menjadi penunjang kota malang sebagai kota wisata ikonik jawa timur.
Dari pagi yang sibuk di Kayutangan hingga malam yang hangat di Alun-Alun Tugu, setiap sudut kota ini mengajarkan satu hal: Malang bukan sekadar tempat singgah — ia adalah kota yang hidup, bercerita, dan terus berinovasi.(ahyar-mg-uinpo)
Editor : Nur Wachid