Jawa Pos Radar Lawu - Di bagian terpencil Pulau Kakaban, yang berada dalam gugusan Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, terdapat Danau Kakaban sebuah danau air payau yang sangat jarang ditemukan di dunia.
Danau ini terbentuk ketika atol karang terangkat dan terisolasi dari laut, sehingga air laut terperangkap dan bercampur dengan air hujan maupun air tanah.
Hasilnya sebuah cekungan besar di tengah pulau, dikelilingi tebing kapur dan hutan tropis, dengan air yang bukan murni laut dan juga bukan murni air tawar melainkan air payau.
Habitat Ubur-Ubur Tanpa Sengat
Daya tarik utama Danau Kakaban adalah keberadaan ribuan ubur-ubur yang tidak menyengat. Empat spesies utama tercatat hidup di danau ini:
- Aurelia aurita (ubur-ubur bulan)
- Mastigias papua (ubur-ubur totol)
- Tripedalia cystophora (ubur-ubur kotak)
- Cassiopea ornata (ubur-ubur terbalik)
Karena lingkungan danau ini relatif tertutup dan tanpa banyak predator, ubur-ubur tersebut mengalami evolusi kelenjar sengat mereka menyusut dan menjadi jinak saat berinteraksi dengan manusia.
Pengunjung dapat berenang atau snorkeling bersama mereka tentunya dengan aturan yang ketat agar habitat tetap terjaga.
Ekosistem Langka dan Endemik
Ekosistem Danau Kakaban bukan hanya sekadar ubur-ubur. Di dalamnya ada spons laut, alga hijau, kerang air payau, dan berbagai mikroorganisme yang sangat khusus menyesuaikan kondisi air payau yang unik.
Karena danau ini berada di cekungan yang relatif tertutup dan memiliki kombinasi air laut yang terperangkap dengan air hujan/air tanah, kondisi seperti ini sangat langka dan menjadikannya laboratorium alam bagi para peneliti.
Meskipun semakin populer sebagai destinasi wisata alam, pengelolaan Danau Kakaban tetap menekankan konservasi.
Pengunjung tidak diperbolehkan menggunakan kaki katak (fin) agar tidak mengganggu ubur-ubur dan dasar danau.
Selain itu, wisatawan juga diimbau tidak memakai tabir surya atau kosmetik berbahan kimia, karena dapat mencemari air payau dan mengancam keberlangsungan habitat endemik di dalamnya.
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga keseimbangan dan kelestarian ekosistem Kakaban.
Rute & Tips untuk Pengunjung
Untuk mencapai Pulau Kakaban, wisatawan dapat terbang ke Bandara Kalimarau, Berau (Kalimantan Timur). Dari sana, perjalanan dilanjutkan menggunakan speedboat sekitar tiga jam menuju pulau.
Setibanya di Pulau Kakaban, pengunjung perlu berjalan kaki menanjak melalui tangga dan jembatan kayu menuju area danau.
Beberapa tips penting sebelum berkunjung:
- Datang pagi hari saat air masih jernih dan suasana lebih tenang.
- Bawa perlengkapan snorkeling pribadi.
- Hindari penggunaan lotion atau krim kimia.
- Ikuti arahan pemandu dan pengelola setempat untuk menjaga keamanan dan kelestarian alam.
Danau Kakaban menghadirkan perpaduan unik antara keindahan alam dan keajaiban ekologi yang langka danau air payau di tengah pulau, ribuan ubur-ubur jinak, serta ekosistem endemik yang menakjubkan.
(*/naz)
Penulis: Nazala Syifa Julieta/Politeknik Negeri Madiun