Jawa Pos Radar Lawu-Pacitan, Jawa Timur, tidak hanya dikenal sebagai Kota Seribu Goa karena bentang alam karstnya yang unik, tetapi juga menyimpan kisah panjang peradaban manusia purba.
Salah satu buktinya ada di Goa Song Terus, yang kini dilengkapi dengan Museum Song Terus sebagai pusat informasi arkeologi. Museum ini menjadi saksi penting perkembangan manusia prasejarah di Jawa, sekaligus tempat wisata edukatif yang menarik.
Sejarah Berdirinya Museum Song Terus
Penelitian di kawasan Goa Song Terus dimulai sejak awal abad ke-20, ketika peneliti Belanda menemukan alat-alat batu Pacitanian—istilah yang merujuk pada peralatan batu khas manusia purba di Pacitan.
Kawasan ini semakin menarik perhatian setelah ditemukan fragmen tulang manusia purba dan fosil fauna yang menunjukkan jejak kehidupan hingga 40.000 tahun silam.
Untuk melestarikan temuan berharga tersebut, pemerintah melalui Balai Arkeologi Yogyakarta dan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran menginisiasi pembangunan Museum Song Terus.
Museum ini resmi difungsikan sebagai ruang pameran koleksi arkeologi sekaligus sarana penelitian yang mendukung studi tentang prasejarah Nusantara.
Koleksi dan Isi Museum Song Terus
Museum Song Terus menampilkan beragam koleksi yang merekam kehidupan manusia purba di kawasan Pacitan. Beberapa di antaranya:
1.Alat Batu Pacitanian
Kapak genggam, serpih, dan alat penetak yang dibuat dari batuan andesit.Alat ini menjadi ciri khas budaya Paleolitikum di Asia Tenggara.
2.Fosil Manusia Purba
Fragmen tulang dan gigi manusia purba yang ditemukan di Goa Song Terus dan gua sekitar.Menunjukkan keberadaan Homo erectus dan Homo sapiens awal di Pacitan.
3.Fosil Fauna
Tulang gajah purba (Stegodon), kerbau, banteng, rusa, dan babi hutan.Memberi gambaran tentang satwa yang hidup berdampingan dengan manusia prasejarah.
4.Diorama Kehidupan Prasejarah
Rekonstruksi aktivitas sehari-hari manusia purba, mulai dari berburu, meramu, hingga membuat peralatan sederhana.
5.Dokumentasi Penelitian Arkeologi
Foto, peta, hingga catatan penelitian yang dilakukan sejak era kolonial hingga kini.
Goa Song Terus dan Situs Sekitar
Museum ini terletak dekat dengan Goa Song Terus, gua purba yang menjadi pusat penelitian arkeologi dunia. Goa ini dianggap penting karena lapisan tanahnya menyimpan rekaman kehidupan manusia dari masa ke masa.
Selain Goa Song Terus, terdapat pula beberapa situs penting di sekitar museum:
-Goa Tabuhan – terkenal dengan batu stalaktit dan stalagmit yang bisa berbunyi seperti gamelan.
-Goa Gong – gua kapur megah yang dijuluki gua terindah di Asia Tenggara.
-Song Keplek – situs yang juga menyimpan peninggalan manusia purba.
Kawasan ini secara keseluruhan menjadi laboratorium alam untuk mempelajari peradaban kuno di Indonesia.
Fungsi Museum Song Terus
Selain menjadi tempat wisata edukasi, museum ini memiliki beberapa fungsi penting:
-Pusat penelitian arkeologi untuk mengungkap peradaban manusia purba Nusantara.
-Sarana edukasi bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
-Media konservasi untuk menjaga agar artefak purba tetap terpelihara dengan baik.
-Destinasi wisata budaya yang menambah daya tarik Pacitan selain wisata gua dan pantai.
Lokasi dan Akses
Museum Song Terus beralamat di Dusun Wereng, Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Lokasinya berjarak sekitar:
20 km dari pusat Kota Pacitan (±40 menit perjalanan).
5 km dari Goa Gong, sehingga bisa dikunjungi sekaligus dalam satu rute wisata.
Akses menuju lokasi cukup mudah dengan kendaraan pribadi maupun sewa mobil dari kota Pacitan. Jalan menuju museum sudah beraspal meski melewati kawasan perbukitan karst.
Baca Juga: Ingin Kulit Lebih Cerah dalam 30 Hari? Coba 9 Rutinitas Pagi Ini!
Jam Buka dan Tiket Masuk
Jam operasional: 08.00 – 15.00 WIB (Senin – Jumat)
Harga tiket masuk: sekitar Rp5.000 – Rp10.000 per orang
Tiket terintegrasi dengan beberapa situs sekitar, sehingga pengunjung bisa mengunjungi gua dan museum sekaligus.(galuh-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid