Jawa Pos Radar Lawu – Tak hanya sunrise di Bukit Sikunir, Dataran Tinggi Dieng juga menyuguhkan kekayaan rasa dari dapur lokal yang sulit dilupakan.
Dari sajian sarapan yang hangat hingga camilan malam yang menenangkan, berikut rute kuliner legendaris seharian di Dieng untuk kamu para pecinta kuliner.
Pagi Hari: Sarapan Hangat di Dingin Dieng
1. Mie Ongklok Dieng
Mie khas Wonosobo dengan kuah kental berbumbu kacang ini cocok dinikmati di pagi hari yang dingin. Disajikan dengan kol, kucai, dan sate sapi, rasanya gurih dan mengenyangkan.
Lokasi: Warung di sekitar Kompleks Candi Arjuna atau di Kota Wonosobo sebelum naik ke Dieng.
2. Tempe Kemul
Gorengan khas berupa tempe berbalut tepung bumbu kuning, gurih dan renyah. Sangat cocok sebagai teman minum teh atau kopi hangat.
Menjelang Siang: Kudapan Segar dan Tradisional
3. Carica Dieng
Buah pepaya gunung yang hanya tumbuh di Dieng ini diolah menjadi manisan segar. Jadi favorit untuk pelepas dahaga usai jalan-jalan ke Telaga Warna atau Kawah Sikidang.
Lokasi: Dijual di kios-kios sepanjang jalan utama Dieng.
4. Jadah Tempe
Ketan kukus gurih dipadukan dengan tempe bacem manis. Rasanya padat, cocok sebagai pengganjal sebelum makan siang.
Siang Hari: Makan Besar Khas Pegunungan
5. Nasi Megono
Nasi putih dengan topping nangka muda berbumbu gurih, disantap bersama ayam goreng dan tempe kemul.
Lokasi: Warung lokal di sekitar kawasan wisata Dieng.
6. Sate Kambing Dieng
Sate dari kambing muda pegunungan ini terkenal empuk dan juicy. Disajikan dengan bumbu kacang kental atau kecap manis pedas, cocok untuk penambah energi siang hari.
Sore Hari: Camilan Tradisional yang Menghangatkan
7. Kacang Dieng Rebus
Ukuran kacang lebih besar dari kacang tanah biasa. Direbus hingga empuk dan biasa dijual menjelang sore di sekitar objek wisata. Hangat dan mengenyangkan!
8. Keripik Jamur Dieng
Dibuat dari jamur segar hasil budidaya masyarakat lokal, keripik ini jadi oleh-oleh favorit. Renyah dan gurih, cocok untuk teman minum teh.
Malam Hari: Kuliner Penutup yang Bikin Hangat
9. Wedang Ronde atau Wedang Carica
Malam hari di Dieng sangat dingin, dan wedang ronde atau carica menjadi solusi pas untuk menghangatkan tubuh. Ronde diisi kacang dan bola ketan, sedangkan wedang carica memadukan jahe dan buah khas Dieng.
10. Sop Kentang Dieng
Kentang Dieng yang terkenal kualitasnya dimasak dalam kuah kaldu hangat, lengkap dengan seledri dan wortel. Sangat pas disantap menjelang tidur.
Tips Menikmati Kuliner Seharian di Dieng
Gunakan jaket tebal karena sebagian besar kuliner dilakukan di area terbuka dengan suhu rendah.
Cicipi kuliner langsung di warung tradisional, bukan hanya restoran besar, untuk rasa yang lebih autentik.
Siapkan ruang ekstra di tas untuk membawa oleh-oleh khas Dieng, seperti manisan carica, keripik jamur, atau kentang mini.
Dengan mengikuti rute kuliner ini, kamu tidak hanya menyenangkan perut tapi juga menikmati ragam budaya kuliner khas pegunungan yang autentik. Seharian keliling Dieng dijamin makin berkesan – dari pagi penuh semangat hingga malam yang hangat. (kid)