PACITAN, Jawa Pos Radar Lawu – Bagi pecinta sejarah dan pelajar yang mencari destinasi edukatif di Pacitan, Museum Song Terus adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan.
Terletak di Jalan Goa Song Terus, Weru, Desa Wareng, Kecamatan Punung, museum arkeologi ini berdiri megah di kawasan karst Gunung Sewu, dan menjadi saksi bisu kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia.
Museum yang mulai dibangun pada 2016 dan diresmikan pada 2022 ini menawarkan koleksi lengkap dari berbagai zaman, mulai dari prasejarah, era Hindu-Buddha, masa Islam, hingga penjajahan Belanda.
Lokasinya pun mudah dijangkau, sekitar 22 kilometer dari pusat Kota Pacitan dengan waktu tempuh sekitar 40 menit menggunakan kendaraan roda empat.
Jam Buka dan Tiket Masuk
Museum Song Terus buka setiap Selasa hingga Minggu, mulai pukul 08.30 sampai 15.00 WIB. Museum tutup pada hari Senin dan hari besar keagamaan.
Dengan pengelolaan langsung dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, museum ini menjadi pusat pelestarian dan edukasi hasil budaya prasejarah, khususnya di wilayah kawasan Gunung Sewu.
Koleksi Lengkap Lintas Zaman
Museum ini dibagi dalam beberapa kategori koleksi penting yang menampilkan kekayaan sejarah Pacitan dan sekitarnya:
1. Peninggalan Prasejarah
Menampilkan alat-alat batu, gerabah, dan fosil kehidupan purba yang digunakan oleh manusia prasejarah dalam kehidupan sehari-hari.
Koleksi ini menjadi bukti bahwa kawasan Pacitan merupakan salah satu titik penting persebaran manusia purba di Nusantara.
2. Peninggalan Hindu-Buddha
Di ruang ini, pengunjung dapat melihat arca, prasasti, dan artefak dari masa kerajaan Hindu-Buddha yang berkembang di wilayah Jawa.
Koleksi ini memberikan gambaran kehidupan religius dan seni pada masa lampau.
3. Peninggalan Masa Islam
Koleksi berupa naskah kuno, senjata, dan benda keagamaan memperlihatkan perkembangan Islam di Pacitan. Naskah-naskah ini mencerminkan aktivitas intelektual dan dakwah di masa itu.
4. Masa Kolonial Belanda
Museum ini juga menyimpan foto, dokumen, hingga perabotan rumah tangga dari masa kolonial. Artefak ini memperlihatkan percampuran budaya dan dinamika sosial pada masa penjajahan Belanda.
Fasilitas Lengkap dan Ramah Pengunjung
Museum Song Terus tidak hanya kaya koleksi, tetapi juga dilengkapi fasilitas modern yang mendukung kenyamanan dan pengalaman edukatif:
Ruang Pameran: Dirancang modern dengan narasi informatif.
Perpustakaan: Tempat ideal untuk studi dan riset sejarah lokal.
Auditorium: Bisa digunakan untuk seminar, lokakarya, hingga pertunjukan budaya.
Taman Asri: Cocok untuk bersantai setelah menjelajahi pameran.
Spot Foto Instagramable: Beberapa area di museum dirancang dengan tampilan estetik yang cocok untuk berfoto dan berbagi di media sosial.
Cocok untuk Study Tour dan Liburan Edukatif
Dengan kombinasi antara pendidikan sejarah, fasilitas lengkap, dan suasana yang nyaman, Museum Song Terus menjadi lokasi ideal untuk kegiatan study tour pelajar dari berbagai jenjang.
Museum ini juga cocok sebagai destinasi liburan keluarga yang ingin menambah wawasan sekaligus menikmati keindahan alam khas Pacitan. (cus/kid)
Editor : Nur Wachid