Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Menyambut Hari Santri Nasional, Ini Destinasi Wisata Religi di Ponorogo yang Wajib Dikunjungi

Muhammad Aditya Pangestu • Selasa, 22 Oktober 2024 | 12:53 WIB
Destinasi Wisata Religi Ponorogo
Destinasi Wisata Religi Ponorogo

Jawa Pos Radar Lawu - Hari Santri yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober merupakan momen istimewa untuk merayakan peran penting santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Di Ponorogo, sebuah kota yang kaya akan tradisi Islam dan budaya, Hari Santri bisa dijadikan momen untuk berziarah dan refleksi spiritual dengan mengunjungi destinasi wisata religi yang ada. 

Berikut adalah rekomendasi wisata religi yang dapat dikunjung saat berada di Ponorogo untuk memperingati Hari Santri.

Makam Batoro Katong

Rekomendasi pertama ada Makam Batoro Katong yang merupakan pendiri Ponorogo dan tokoh penyebar agama Islam di wilayah tersebut,

Batoro Katong menjadi sosok penting dalam sejarah Islam Ponorogo. Makamnya sering dikunjungi oleh para peziarah, terutama pada peringatan Hari Santri, untuk berdoa dan menghormati jasanya dalam membangun kota Ponorogo sebagai pusat penyebaran agama Islam. 

Makam Batoro Katong menjadi destinasi religi yang sarat makna, di mana pengunjung dapat merenungkan perjalanan sejarah agama di Ponorogo.

Bagi yang ingin berkunjung lokasinya ada di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.

Makam Mbah Nur Salim

Rekomendasi selanjutnya ada salah satu wisata religi di Ponorogo yang sangat erat kaitannya dengan sejarah Islam yakni Makam Mbah Nur Salim.

Berlokasi di Desa Muneng, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, tempat ini dikenal sebagai makam tokoh penyebar agama Islam di Ponorogo. 

Banyak santri dan peziarah datang untuk berdoa dan mengenang jasa-jasa Kyai Ageng Nur Salim ini yang juga merupakan mertua dari Kyai Ageng Muhammad Besari Tegalsari.

Suasana di makam yang tenang dan penuh kedamaian sangat cocok untuk refleksi diri dan ziarah di momen Hari Santri.

Masjid Tegalsari dan Makam Kyai Ageng Muhammad Besari

Masjid Tegalsari adalah destinasi religi lain yang layak dikunjungi. Masjid ini memiliki sejarah panjang dalam penyebaran Islam di Jawa dan dikenal sebagai tempat lahirnya banyak tokoh agama. 

Masjid kuno peninggalan Kyai Ageng Muhammad Besari ini terletak di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Ponorogo.

Masjid ini sudah ada sekitar abad 17 dibangun oleh Ki Ageng Hasan Besari. Di dalam masjid ini tersimpan kitab yang berumur 400 tahun. Kyai Ageng Muhammad Besari merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW dari Siti Fatimah yang berputera Baginda Kusen.

Kiai Ageng Muhammad Besari wafat pada tahun 1773. Makamnya menjadi salah satu wisata religi yang banyak dikunjungi para peziarah dan santri. Tidak hanya datang dari wilayah Ponorogo saja, tapi juga banyak peziarah yang datang dari luar kota.

Makam Astana Srandil

Di komplek pemakaman Astana Srandil ini terdapat sebuah makam bupati Kabupaten Sumoroto yaitu Raden Mas Tumenggung Tjokronegoro I.

Dahulu, Ponorogo terbagi menjadi tiga wilayah bagian, yakni Kabupaten Sumoroto di wilayah barat, Kabupaten Kutho Wetan di kota lama, dan Kabupaten Polorejo di utara.

Selain itu terdapat beberapa tokoh yang dimakamkan di Astana Srandil, antara lain Raden Mertokusumo, Raden Mas Brotodirjo Bupati Sumoroto III, Mas Adipati Brotodiningrat, Warok Suromenggolo, dan Eyang Potromenggolo.

Untuk lokasinya ada di salah satu kaki bukit Gunung Srandil Desa Srandil, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo. (*)

Editor : Riana M.
#hari santri nasional #hari santri #penyebaran agama islam #rekomendasi #wisata religi #jawa timur #destinasi wisata #ponorogo