Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Candi Sadon dan Simbatan Tertua di Gunung Lawu? Dibangun Tahun 1081, Jadi Jujukan Wisata Sejarah di Magetan

Muhammad Aditya Pangestu • Minggu, 10 Maret 2024 | 04:59 WIB
Candi Sadon, Peninggalan Majapahit yang terkenal dengan kisah Kalamakara dan kejadian mengejutkan pada Arca Lembu. (OKTA MAGANG PNM/RADAR LAWU)
Candi Sadon, Peninggalan Majapahit yang terkenal dengan kisah Kalamakara dan kejadian mengejutkan pada Arca Lembu. (OKTA MAGANG PNM/RADAR LAWU)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Tak banyak yang tahu, Magetan menyimpan peninggalan bersejarah peradaban kuno nusantara berupa candi. Yakni, Candi Sadon dan Simbatan.

Namanya memang tak seviral Telaga Sarangan.Namun kedua candi ini menyimpan nilai edukasi sejarah yang belum banyak orang ketahui.

Candi Sadon terletak di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Jawa Timur.

Candi Sadon dibangun sekitar tahun 1018, peninggalan dari Kerajaan Majapahit.

Besar kemungkinan, Candi Sadon ini merupakan candi yang bernuansa Hindu didukung dengan bentuk corak relief yang pada bagian candi.

Oleh masyarakat, candi ini juga disebut Candi Reyog. Ini semata karena terdapat kalamakara atau hiasan pada pintu masuk candi yang bentuknya menyerupai dadak merak Reog Ponorogo.

Selain arca kalamakara, pengunjung juga bisa melihat berbagai peninggalan menarik lainnya.

Seperti batu yang mirip dengan lembu (sapi), rumah, naga, kala, antefik, yani, Umpak dan masih banyak lagi.

Selain itu, juga terdapat sebuah Yoni, objek pemujaan dalam agama Hindu.

Yoni sendiri memiliki lambang Dewi Uma (Parwati).

Pada hari libur, Candi Sadon di Magetan juga kerap jadi tujuan para wisatan.

Selain bisa melihat sisa-sisa sejarah peradaban kuno, pengunjung juga bisa menikmati suasa damai di sekitar kompleks candi tersebut.

Candi Simbatan merupakan petirtaan atau sumber air tempat pemandian suci yang digunakan oleh karangan kerajaan Medang. 

Pada masa itu, diberi nama Petirtaan Dewi Sri karena dalam relung utama Candi Simbatan  terdapat arca Dewi Sri.

Arca Dewi Sri memancarkan air yang mengisi kolam pemandian ini.

Purbo Sasongko dalam channel Youtube-nya mengungkap laporan Belanda yang ditulis 1913 silam. 

Laporan tersebut menyebut Candi Simbatan disebut dengan nama Sendang Beji.

Lokasinya berada di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Di area petirtaan ini terdapat peninggalan yang ditemukan seperti miniatur lumbung, yoni, sumur kuno dan masih banyak lagi.

Candi yang memiliki kedalaman air 6 meter tersebut menjadi ikon dan kebanggaan warga sekitar.

Bahkan kawasan Candi Simbatan sering digunakan oleh penduduk setempat sebagai lokasi acara adat.

Seperti acara bersih desa di kawasan Petirtaan Dewi Sri yang diadakan setiap Jum’at pertama di bulan Suro.

Baca Juga: Cemoro Sewu, Wisata Magetan yang Instagenic dengan Latar Alam Seribu Cemara, Bisa Juga Mendaki Gunung Lawu Lewat Sini Lho!

Konon ritual tersebut sudah digelar sejak tahun 1813. 

Candi ini relatif sepi ketika weekday, namun lumayan ramai ketika memasuki akhir pekan atau weekend.

Menuju kawasan Candi Simbatan ini tak perlu tiket masuk, hanya cukup bayar parkir kendaraan saja. (kid)

Editor : Nur Wachid
#sejarah #Sadon #candi #magetan #wisata #Simbatan