Beragam bentuk, ukuran, hingga model gua jamak ditemukan di sepanjang tanah Pacitan.
Salah satu yang terkenal hingga mancanegara yakni Gua Gong di Desa Bomo, Punung, Pacitan.
Keindahan Gua Gong dapat dinikmati wisatawan sejak masuk mulut gua.
Beraneka stalaktit dan stalagmit menjulang menghiasi setiap dinding gua sepanjang 300 meter tersebut.
Dipadu padankan cahaya lampu sorot warna-warni pada dinding gua, wisatawan yang berkunjung dipastikan tak akan jenuh saat berkunjung kesana.
Nama Gua Gong bukan sembarangan dipilih.
Dijukuli layaknya alat musik tradisional jawa. Memang, disana terdapat salah satu stalaktit yang mampu hasilkan dengungan layaknya Gong.
Tercipta dari stalaktit yang beronga tengahnya.
Hingga hal itu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap wisatawan yang berkunjung.
Selain suara gema stalaktit, di ujung Gua Gong juga terdapat danau alami.
Bersumber langsung dari bebatuan kars sekitar gua, disana sumber air tak pernah surut.
Bahkan konon keberadannya dianggap mujarab bagi sebagian orang.
Puas menikmati keindahan alam, wisatawan bisa habiskan waktu berkeliling sekitar gua.
Disana, masyarakat setempat menyediakan beragam oleh-oleh khas Pacitan.
Mulai cincin akik, ukiran, hingga kaus dan makanan daerah.
Berjarak 6 kilometer dari jalan utama Pacitan-Solo, keberadaan Gua Gong mudah dijumpai.
Persis berada di tepi jalan menuju pantai Klayar, Donorojo, biasanya kawasan tersebut jadi paket pelengkap para wisatawan yang berkunjung ke Pacitan.
Cukup bayar Rp 20 ribu untuk pengunjung dewasa, dan Rp 5 ribu untuk anak-anak, wisatawan bisa puas nikmati keindahan alam itu. (gen)
Editor : Sugeng Dwi Nurcahyo