PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Telaga Ngebel, Ponorogo seolah tak ada habisnya dikisahkan.
Selayaknya cerita rakyat Baru Klinting tentang asal-usul telaga yang hingga kini tetap melegenda, view telaga selalu dapat dinikmati dari berbagai sisi.
Salah satunya, dari destinasi Ngambang Tirto Kencono yang menawarkan panorama telaga dari atas ketinggian kaki Gunung Wilis.
Seperti namanya, wisata Ngambang Tirto Kencono. Ketika berada di destinasi ini, kita seolah dibawa terbang naik kereta kencana mengambang di atas air Telaga Ngebel.
Pemandangan telaga dari wisata di Desa Gondowido, Ngebel, Ponorogo itu tampak sempurna. Speed boat terlihat berjalan pelan melintas membawa pengunjung mengitari telaga.
Jejaknya, menggaris semburat arus putih seolah membelah air telaga. Suasana semakin syahdu ditemani secangkir kopi Cap Mbah Lurah khas desa setempat.
Asyiknya, seluruh view telaga itu terlihat di tujuh gazebo yang dibangun di beberapa titik. Satu gazebo yang terletak di bukit paling ujung memperlihatkan kawasan perhotelan dan perkampungan persis utaranya telaga.
Pengunjung dapat membawa serta sanak, saudara, sahabat kongkow di gazebo tersebut. Udara segar khas hutan pinus pastinya membuat para pengunjung betah berlama-lama.
Begitu memasuki gerbang, pengunjung disuguhkan dua jalur setapak seukuran satu meter. Jalan berkelok itu membawa pengunjung jalan kaki menelusuri perbukitan di kawasan hutan pinus.
Di sepanjang jalan, terhampar bunga warna-warni. Jarak menuju spot unggulan, cukup jalan kaki sepuluh menit.
Baca Juga: Hukuman Berat Menanti Napi Magetan yang Kabur, Kajari: Hukuman Berpotensi Bertambah
Jika lelah, pengunjung dapat beristirahat di gazebo-gazebo yang ada di sepanjang jalan setapak itu.
Sedikit saran, ada baiknya berkunjung ke destinasi ini saat sore hari.
Ada anugerah Tuhan berupa sunset yang sayang untuk dilewatkan. Semburat matahari terbenam dari celah perbukitan kaki Gunung Wilis akan terlihat tepat di atas telaga.
Air telaga tampak berkilauan dari pantulan sinar matahari. Mengabadikan momen itu selayaknya melukis senja Telaga Ngebel.
Destinasi ini terletak di atas ketinggian 734 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selisih 124 mdpl lebih tinggi dari Telaga Ngebel. Untuk menuju ke lokasi ini, pengunjung terlebih dahulu memasuki pintu gerbang Telaga Ngebel.
Selanjutnya, melewati jalan selingkar telaga. Setelah melewati Polsek Ngebel, belok kiri. Jalan itu melewati Penginapan Tlogorejo Satu.
Jaraknya sekitar 1,5 kilometer melewati akses jalan dengan kondisi cukup baik. Bisa dilewati kendaraan roda dua maupun empat.
Bagi pengunjung luar daerah, tak perlu canggung. Pengunjung dapat menyewa jasa antar menuju wisata ini di dermaga Telaga Ngebel. Atau menyewa ojek di sekitar area tersebut.
Sepanjang jalan berkelok-kelok, pengunjung disajikan pemandangan alam hamparan hutan pinus. Kemudahan akses plus indahnya pemandangan itu terbukti membuat ketagihan wisatawan.
''Sering ke sini, malah bolak-balik. Nggak ada bosannya, suasananya dingin, view Ngebel juga bagus,'' kata Ratna Sari, 20, seorang pengunjung.
Meski terhitung baru dibuka dua bulan lalu, destinasi ini sudah cukup populer dan menjadi jujukan wisatawan.
Pada hari biasa, rata-rata jumlah kunjungan di angka 100-an. Saat weekend pengunjung bisa tembus 400-an orang. Wisata ini pada hari biasa dibuka sampai pukul 21.00. Sementara saat weekend hingga pukul 22.00.
''Seperti ngambang di atas air telaga rasanya,'' ujar Ananda Putri, wisatawan lain.
Pemandangan seindah itu dapat dinikmati hanya dengan merogoh kocek Rp 5 ribu. Pengelola sepakat belum menerapkan harga tiket masuk (HTM) ke area destinasi.
Pengunjung cukup membayar parkir kendaraan yang nantinya masuk ke kas Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Gondowido.
''Untuk HTM-nya berapa nanti masih kami bicarakan dengan perhutani selaku pemangku lahan. Sementara ini, cukup biaya parkir saja,'' kata Kepala Desa Gondowido Baskoro Widha Mandala. (kid)
Editor : Nur Wachid