Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral! Kisah Heroik Penghulu di Kabupaten Pasaman Rela Berenang di Sungai Deras Demi Menikahkan Sepasang Pengantin

AA Arsyadani • Senin, 18 Agustus 2025 | 21:32 WIB
Penghulu di Pasaman rela berenang menyeberangi sungai demi menikahkan pasangan pengantin.
Penghulu di Pasaman rela berenang menyeberangi sungai demi menikahkan pasangan pengantin.

Jawa Pos Radar Lawu - Seorang penghulu asal Jorong Batang, Batang Kundur, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, bernama Ahad Nasution, menunjukkan pengabdian luar biasa saat bertugas menikahkan sepasang calon pengantin.

Hari itu, Ahad mendapat mandat dari Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dua Koto, Fajri Watan, untuk menikahkan pasangan Agep Purwandi dan Intan Purnama Sari.

Jarak menuju lokasi acara sekitar 27 kilometer dari pusat kecamatan. Perjalanan ditempuh dengan ojek melewati jalur licin dan curam.

Setibanya di tepi sungai, akses menuju Jorong Batang Kundur terputus karena jembatan hanyut diterjang hujan deras.

Namun, Ahad tidak menyerah.

Dibantu warga setempat, ia nekat berenang menyeberangi sungai meski arus cukup deras.

“Karena catin sudah menunggu, sementara ini adalah tugas negara, saya harus tempuh medan yang cukup rawan ini," ungkap Ahad di Pasaman dikutip dari laman resmi Kemenag.

"Saya sudah menyiapkan baju pengganti sebelumnya karena mendapatkan informasi dari warga bahwa jembatan tidak bisa dilewati,” ujar Ahad di Pasaman dikutip dari laman resmi Kemenag."

Setelah berhasil menyeberang, Ahad kembali melanjutkan perjalanan dengan ojek lain menuju lokasi.

Di Batang Kundur, ia disambut oleh pucuk adat desa, Sumarno.

Prosesi akad nikah pun berlangsung khidmat, disaksikan keluarga besar kedua mempelai dan tokoh masyarakat setempat.

Acara selesai sekitar pukul 11.30 WIB.

Namun, karena hujan masih mengguyur deras dan arus sungai makin berbahaya, warga menyarankan Ahad untuk tidak kembali pulang.

Ia pun bermalam di desa tersebut demi keselamatan.

“Ini sungguh pengalaman yang berkesan bagi saya. Semua saya lakukan dengan tulus dan amanah sebagai abdi negara untuk melayani umat. Berkait-rakit ke hulu, berenang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” tuturnya.

Kisah Ahad mendapat apresiasi dari Afief Mundzir, Kepala Subdirektorat Bina Kepenghuluan pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.

Menurutnya, dedikasi tersebut mencerminkan wajah sejati penghulu sebagai pelayan umat.

“Penghulu adalah representasi negara yang hadir dalam momen paling sakral bagi warga. Keteladanan seperti yang ditunjukkan Ahad menjadi inspirasi dan bukti nyata bahwa pelayanan keagamaan bukan sekadar formalitas, melainkan panggilan jiwa,” tegas Afief. (fin)

 

Editor : AA Arsyadani
#berita viral #kemenag #kabupaten pasaman #kantor urusan agama #kisah inspiratif #penghulu nikah