Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Film Wasiat Warisan Ungkap Keindahan Samosir dan Budaya Batak: Syuting di Waterfront City hingga Solu Bolon, Tayang 4 Desember 2025

Rimba Febriani • Kamis, 20 November 2025 | 15:52 WIB
Film “Wasiat Warisan” angkat keindahan Samosir dan budaya Batak, siap tayang 4 Desember 2025.
Film “Wasiat Warisan” angkat keindahan Samosir dan budaya Batak, siap tayang 4 Desember 2025.

Jawa Pos Radar Lawu - Film “Wasiat Warisan” yang akan hadir di bioskop pada 4 Desember 2025 tidak hanya mengandalkan deretan aktor populer seperti Derby Romero dan Jenda Munthe.

Film ini juga membawa misi memperkenalkan pariwisata Pulau Samosir sebagai bagian dari narasi visualnya.

Sutradara sekaligus produser, Agustinus Sitorus, menyebut bahwa Samosir dipilih sebagai lokasi utama karena keindahan Danau Toba serta kekayaan budaya Batak yang ingin ditampilkan secara autentik.

“Pak Bupatinya, Pak Vandiko Timotius Gultom, sangat mendukung kami. Destinasi-destinasi super prioritas di Pangururan itu kami diberi privilese untuk bisa syuting di sana,” ujar Agustinus.

Syuting di Waterfront City Pangururan dan Destinasi Budaya Batak

Salah satu lokasi penting yang hadir dalam film ini adalah Waterfront City Pangururan, kawasan wisata prioritas dengan atraksi air mancur menari (dancing fountain).

Wilayah tersebut dikembangkan sebagai pusat aktivitas pariwisata berbasis alam, seni, dan budaya.

Tim produksi juga mendapatkan akses menampilkan elemen budaya Batak, seperti instalasi Solu Bolon, ukiran totem, dan berbagai signage yang memuat narasi sejarah lokal.

“Pak Bupati, selain mendukung, beliau juga in-frame secara singkat. Karena waktu kami syuting awal-awal tahun lalu, beliau hadir,” ungkap Agustinus.

Proses pengambilan gambar berlangsung sekitar dua minggu di Pulau Samosir, ditambah sejumlah pengambilan gambar di beberapa titik indah lain di sekitar Danau Toba.

Komposisi Cerita: 70 Persen Drama, 30 Persen Komedi

Meski menonjolkan destinasi wisata, fokus utama film tetap berada pada kekuatan ceritanya.

Naskah disusun dengan formula 70 persen drama dan 30 persen komedi, dengan komedian Ridho Brado bertindak sebagai konsultan humor.

Agustinus menjelaskan bahwa hal ini terlihat dari pemilihan poster resmi yang lebih menonjolkan nuansa drama, berbeda dari teaser poster yang sebelumnya mengusung sentuhan komedi.

Dialog yang digunakan tetap berbahasa Indonesia, hanya diselipkan beberapa ucapan Batak seperti “Amago Yamang!” (“ya ampun!”), sementara identitas Batak lebih banyak ditunjukkan melalui logat dan karakter para pemeran.

Deretan Pemeran Berdarah Batak Perkuat Nuansa Lokal

Kehadiran aktor dan aktris berlatar Batak juga semakin menguatkan unsur budaya dalam film.

Derby Romero dan Astrid Tiar, misalnya, sama-sama memiliki marga Batak dalam nama mereka.

Musisi sekaligus aktris Jemimah Cita yang turut bermain dalam film ini juga memiliki keturunan Batak Toba dari garis ibunya.

Dengan perpaduan drama keluarga, sentuhan komedi, serta panorama Samosir yang menawan, “Wasiat Warisan” siap memberikan warna baru bagi perfilman Indonesia ketika tayang pada akhir 2025. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#danau toba #Wasiat Warisan #wisata sumatera utara #derby romero