Jawa Pos Radar Lawu - Dalam ajaran Jawa, jodoh digambarkan seperti “wis ono sing ngatur” atau hidup ini sudah ada yang mengatur.
Meski demikian, primbon Jawa percaya seseorang dapat merasakan tanda-tanda ketika dirinya semakin dekat dengan jodoh sejati.
Tanda ini biasanya muncul melalui perubahan sikap, mimpi, atau pertanda alam yang diyakini oleh leluhur.
Berikut lima ciri yang dipercaya sebagai sinyal weton seseorang hampir dipertemukan dengan pasangan hidupnya:
1. Hati Terasa Tenang dan Lebih Sabar
Orang yang akan segera dipertemukan jodohnya biasanya merasakan hati lebih lapang. Amarah berkurang, rasa iri perlahan hilang, dan batin terasa damai. Dalam primbon, kondisi ini disebut tandha wewatekan sampurna, yakni sifat mulai matang untuk menerima pasangan.
2. Mimpi Bertemu Air Jernih atau Rumah Baru
Primbon Jawa menafsirkan mimpi sebagai pertanda gaib. Mimpi melihat air jernih, sumur, atau rumah baru diyakini sebagai sinyal awal kehidupan baru, termasuk urusan jodoh.
3. Dipertemukan dengan Orang dari Masa Lalu
Kadang jodoh sejati bukan sosok baru, melainkan teman lama atau mantan yang kembali hadir. Dalam primbon disebut tandha katemu kinasih lawas. Pertemuan ini bisa menjadi jalan menuju pasangan hidup yang tepat.
4. Banyak Tawaran Baik Datang Bertubi-Tubi
Seseorang yang dekat jodohnya biasanya mengalami tandha rejeki ketiban. Banyak kabar baik, peluang kerja, atau tawaran kerjasama datang bertubi-tubi, menandakan pintu kehidupan dan rejeki terbuka.
5. Hati Mudah Tergerak pada Satu Orang
Jika sebelumnya sulit menentukan pilihan, tiba-tiba hati mantap pada satu orang. Primbon menyebutnya tandha katresnan jati. Cinta sejati yang muncul tanpa ragu, biasanya disertai restu dari keluarga dan orang terdekat.
Menurut primbon Jawa, jodoh sejati tidak datang tergesa-gesa. Tanda-tanda di atas membuat hati merasa tenang dan yakin.
Seperti pepatah Jawa: “Tresna sejati ora bisa ilang amarga wektu utawa jarak”.
Artinya, cinta sejati tak hilang oleh waktu atau jarak. (fin)