Jawa Pos Radar Lawu - Netflix pada Rabu (3/9) mengumumkan pencapaian luar biasa dari film animasi terbaru berjudul KPop Demon Hunters.
Film produksi Amerika Serikat ini berhasil menjadi konten paling banyak ditonton di platform tersebut, menggeser dominasi serial fenomenal Squid Game.
Menurut laporan Yonhap News Agency, KPop Demon Hunters telah mengumpulkan 266 juta penayangan.
Menjadikannya konten nomor satu di Netflix baik untuk kategori film maupun serial televisi.
Angka ini melampaui capaian musim pertama Squid Game (265,2 juta penayangan) dan serial populer Wednesday (252,1 juta penayangan).
Hanya dua pekan sebelumnya, film animasi bergenre aksi-petualangan ini masih berada di peringkat ketiga daftar global Netflix.
Namun, lonjakan penonton membuatnya mencatat tonggak sejarah baru dengan memecahkan rekor yang sebelumnya dikuasai oleh konten era pandemi COVID-19, saat layanan streaming mencapai masa kejayaannya.
Dalam kategori film, KPop Demon Hunters juga menyalip Red Notice (2021), film aksi yang dibintangi Dwayne Johnson dan Ryan Reynolds, sebagai film paling banyak ditonton sepanjang masa di Netflix.
Peringkat ini dihitung berdasarkan jumlah akumulatif penonton dalam 91 hari pertama rilis.
Film yang tayang perdana pada 20 Juni 2025 ini masih memiliki dua minggu tersisa dalam periode perhitungan.
Artinya, posisinya sebagai pemuncak daftar global Netflix berpotensi semakin kokoh.
KPop Demon Hunters sendiri mengisahkan perjuangan grup K-pop fiksi bernama Huntr/x yang menggunakan musik untuk melawan roh jahat.
Tidak hanya filmnya yang sukses, soundtrack film ini juga meledak di pasaran.
Lagu utama berjudul Golden berhasil menduduki puncak Billboard Hot 100 selama tiga minggu berturut-turut.
Hal ini mempertegas pengaruh global atas film ini.
Bahkan, antusiasme penggemar mendorong perilisan versi sing-along film di bioskop Amerika Serikat pada 23–24 Agustus 2025.
Versi menyanyi bersama ini kemudian turut dirilis secara resmi di Netflix, memperpanjang euforia publik terhadap KPop Demon Hunters.
Kesuksesan film animasi ini sekaligus menandai pergeseran tren hiburan global, di mana kombinasi musik, budaya pop, dan narasi fantasi terbukti mampu menggeser dominasi konten ikonik Netflix sebelumnya. (fin)