Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Sejarah Waduk Gajah Mungkur dari Bedol Desa ke Tumpukan Popok, Kini Airnya Jadi Ancaman Kesehatan

Sukma Maharani Putri • Senin, 28 Juli 2025 | 17:27 WIB

 

 

 

 

Camping di Waduk Gajah Mungkur.
Camping di Waduk Gajah Mungkur.

Jawa Pos Radar Lawu - Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri bukan sekadar bendungan raksasa. Di balik kejayaannya, tersimpan sejarah panjang dan menyentuh: ribuan warga harus rela meninggalkan tanah kelahirannya demi pembangunan nasional. Tapi sayang, kini waduk ini justru menghadapi masalah besar, tercemar limbah popok bekas!

Dibangun dengan Pengorbanan: Bedol Desa Terbesar di Jateng

Waduk Gajah Mungkur mulai dibangun tahun 1974 dan diresmikan Presiden Soeharto pada 17 November 1981. Proyek ini jadi andalan untuk irigasi, pengendali banjir, dan sumber air baku. Tapi, ada harga mahal yang harus dibayar.

Sebanyak 67.157 jiwa dari 51 desa harus rela pindah dari kampung halaman mereka. Mereka tersebar ke berbagai wilayah di Sumatra, seperti Jambi, Bengkulu, dan Sumatra Barat. Untuk mengenang peristiwa besar ini, kini berdiri Patung Bedol Desa di area wisata waduk. Simbol dari perjuangan dan air mata masyarakat Wonogiri.

Fakta Ukuran Waduk Gajah Mungkur:

Baca Juga: 5 Pantai Tersembunyi di Wonogiri yang Cantiknya Bikin Gagal Move On, Masih Sepi, Asri, dan Cocok Buat Healing Total!

Kini Tercemar Popok Bekas: Bahaya Nyata di Tengah Keindahan

Sayangnya, kemegahan Waduk Gajah Mungkur kini tercoreng karena pencemaran parah akibat popok sekali pakai. Hal ini diungkapkan dalam video dokumenter Popok Gajah Mungkur oleh Ecoton dan Watchdog Image yang rilis di YouTube pada Maret 2022.

Dalam video itu, aktivis lingkungan Prigi Arisandi menunjukkan bagaimana popok bekas mengambang di permukaan air. Penelitian mereka bahkan menemukan kandungan mikroplastik dari limbah popok. Padahal air itu dipakai warga untuk kebutuhan sehari-hari!

Menurut data, satu bayi atau lansia bisa buang 3–6 popok per hari. Tapi dari seluruh popok bekas yang dihasilkan, cuma 40% yang dikelola dengan baik. Sisanya dibuang sembarangan, termasuk ke sungai dan waduk.

Waduk Gajah Mungkur Ini Butuh Kepedulian Kita

Bukan cuma masalah lingkungan, tapi juga ancaman serius untuk kesehatan masyarakat. Yuk mulai dari hal kecil:

Waduk Gajah Mungkur bukan sekadar tempat wisata atau bangunan monumental. Ia adalah jantung kehidupan bagi warga Wonogiri dan sekitarnya. Menjaga waduk ini = menjaga masa depan kita semua. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#waduk gajah mungkur #pencemaran lingkungan #pencemaran limbah