Jawa Pos Radar Lawu - Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri bukan sekadar bendungan raksasa. Di balik kejayaannya, tersimpan sejarah panjang dan menyentuh: ribuan warga harus rela meninggalkan tanah kelahirannya demi pembangunan nasional. Tapi sayang, kini waduk ini justru menghadapi masalah besar, tercemar limbah popok bekas!
Dibangun dengan Pengorbanan: Bedol Desa Terbesar di Jateng
Waduk Gajah Mungkur mulai dibangun tahun 1974 dan diresmikan Presiden Soeharto pada 17 November 1981. Proyek ini jadi andalan untuk irigasi, pengendali banjir, dan sumber air baku. Tapi, ada harga mahal yang harus dibayar.
Sebanyak 67.157 jiwa dari 51 desa harus rela pindah dari kampung halaman mereka. Mereka tersebar ke berbagai wilayah di Sumatra, seperti Jambi, Bengkulu, dan Sumatra Barat. Untuk mengenang peristiwa besar ini, kini berdiri Patung Bedol Desa di area wisata waduk. Simbol dari perjuangan dan air mata masyarakat Wonogiri.
Fakta Ukuran Waduk Gajah Mungkur:
-
Luas: ±8.800 hektare
-
Panjang: 1.452 meter
-
Tinggi: 42 meter
-
Kapasitas air: 730 juta meter kubik
-
Mendukung irigasi 23.600 hektare di Solo Raya
Kini Tercemar Popok Bekas: Bahaya Nyata di Tengah Keindahan
Sayangnya, kemegahan Waduk Gajah Mungkur kini tercoreng karena pencemaran parah akibat popok sekali pakai. Hal ini diungkapkan dalam video dokumenter Popok Gajah Mungkur oleh Ecoton dan Watchdog Image yang rilis di YouTube pada Maret 2022.
Dalam video itu, aktivis lingkungan Prigi Arisandi menunjukkan bagaimana popok bekas mengambang di permukaan air. Penelitian mereka bahkan menemukan kandungan mikroplastik dari limbah popok. Padahal air itu dipakai warga untuk kebutuhan sehari-hari!
Menurut data, satu bayi atau lansia bisa buang 3–6 popok per hari. Tapi dari seluruh popok bekas yang dihasilkan, cuma 40% yang dikelola dengan baik. Sisanya dibuang sembarangan, termasuk ke sungai dan waduk.
Waduk Gajah Mungkur Ini Butuh Kepedulian Kita
Bukan cuma masalah lingkungan, tapi juga ancaman serius untuk kesehatan masyarakat. Yuk mulai dari hal kecil:
-
Jangan buang popok ke sungai atau waduk
-
Edukasi warga sekitar soal dampak limbah popok
-
Dorong pemerintah buat bangun sistem pengelolaan sampah lebih baik
Waduk Gajah Mungkur bukan sekadar tempat wisata atau bangunan monumental. Ia adalah jantung kehidupan bagi warga Wonogiri dan sekitarnya. Menjaga waduk ini = menjaga masa depan kita semua. (fin)
Editor : AA Arsyadani