Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mitos atau Fakta: Apakah Benar Menarik Hidung Bayi Bisa Bikin Mancung? Begini Penjelasan Medisnya!

Sukma Maharani Putri • Senin, 30 Juni 2025 | 18:11 WIB
mancung adalah mitos. Bentuk hidung ditentukan genetik. Tindakan ini justru bisa membahayakan bayi dan menyebabkan iritasi.
mancung adalah mitos. Bentuk hidung ditentukan genetik. Tindakan ini justru bisa membahayakan bayi dan menyebabkan iritasi.

Jawa Pos Radar Lawu - Banyak orang tua di Indonesia pasti pernah mendengar mitos ini: “Kalau mau hidung bayi mancung, harus sering-sering ditarik.” Kedengarannya sederhana dan cukup umum dilakukan. Tapi, benarkah menarik hidung bayi bisa membuatnya mancung? Atau justru berbahaya?

Asal Usul Mitos Tarik Hidung Bayi

Mitos ini sudah mengakar kuat di masyarakat, terutama di kalangan orang tua dan nenek-nenek zaman dulu. Mereka percaya bahwa dengan sering menarik hidung bayi sejak dini, bentuk hidung anak akan tumbuh lebih mancung dan proporsional.

Namun, ternyata keyakinan ini tidak didukung oleh ilmu medis. Dokter-dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) sepakat bahwa struktur dan bentuk hidung manusia sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, bukan perlakuan fisik seperti menarik-narik hidung.

Penjelasan Medis: Mancung Itu Warisan Genetik

Dilansir dari Kompas.com, dr. Anton Sony Wibowo, Sp.THT-KL dari Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan menarik hidung bayi bisa membuatnya lebih mancung.

“Secara teori, tidak. Karena struktur hidung dan perkembangan hidung terkait dengan faktor genetik,” jelas dr. Anton.

Ia juga menambahkan, faktor lingkungan memang bisa memengaruhi pertumbuhan hidung, tetapi pengaruhnya sangat kecil. Kecuali dilakukan dengan prosedur medis seperti operasi rekonstruksi plastik, bentuk hidung umumnya mengikuti pola genetik dari orang tua.

Tarik Hidung Bayi Bisa Berbahaya

Lebih jauh lagi, menarik hidung bayi secara berlebihan justru berisiko menyebabkan trauma. Dr. Anton memperingatkan bahwa tindakan tersebut bisa merusak jaringan lunak, tulang rawan, dan komponen penopang hidung bayi yang masih sangat sensitif.

Hal senada juga diungkapkan oleh dr. Delfitri Munir, Sp.THT-KL dari RS Columbia Asia Medan. Menurutnya, menarik hidung bayi tidak hanya tidak berguna, tapi juga bisa menyiksa si kecil jika dilakukan secara paksa.

“Dijamin enggak bakal mancung kalau bibitnya tidak mancung,” ujarnya.

Fakta: Bentuk Hidung Ditentukan oleh Gen

Bentuk hidung seseorang sudah terbentuk sejak dalam kandungan dan akan tumbuh mengikuti pola genetik kedua orang tuanya. Kondisi saat lahir, posisi bayi dalam kandungan, atau bahkan proses persalinan juga bisa memengaruhi bentuk hidung bayi secara sementara. Namun, seiring pertumbuhan, bentuk hidung akan mengikuti "template" genetik alaminya.

Jangan Tarik Hidung Bayi Kalau Tidak Ingin Risiko

Jadi, mitos bahwa menarik-narik hidung bayi bisa membuatnya mancung adalah tidak benar. Alih-alih membuat lebih mancung, kebiasaan ini justru berpotensi menyakiti bayi dan merusak jaringan lunak pada hidungnya.

Lebih baik fokus pada perawatan bayi yang benar dan sesuai anjuran medis. Kesehatan bayi jauh lebih penting daripada sekadar bentuk hidung. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#tips merawat bayi #mitos atau fakta #bayi sehat