Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

3 Kombinasi Weton Ini Pantang Dinikahkan, Bagaimana Kalau Sudah Terlanjur Jatuh Cinta?

Rimba Febriani • Sabtu, 28 Juni 2025 | 17:44 WIB

 

 

3 kombinasi weton ini katanya pantang dinikahkan. Tapi tenang, masih ada cara mengatasinya!
3 kombinasi weton ini katanya pantang dinikahkan. Tapi tenang, masih ada cara mengatasinya!

Jawa Pos Radar Lawu - Dalam tradisi Jawa, jodoh bukan hanya soal cinta dan kecocokan karakter, tetapi juga dihitung lewat weton atau hari lahir berdasarkan kalender Jawa.

Hitungan ini bertujuan untuk memprediksi apakah kehidupan pernikahan akan berjalan harmonis atau justru penuh ujian.

Menurut primbon Jawa, ada beberapa kombinasi weton yang sebaiknya tidak dipersatukan dalam pernikahan karena menghasilkan petungan buruk seperti Pegat, Padu, atau Tibo. Kombinasi ini diyakini bisa membawa masalah rumah tangga, seperti pertengkaran, kesulitan ekonomi, hingga rawan berpisah.

Berikut tiga kombinasi weton yang menurut primbon sebaiknya dihindari dalam pernikahan:

1. Kamis Legi & Selasa Kliwon – Petungan “Pegat”

Gabungan neptu dari pasangan ini menghasilkan petungan Pegat, yang berarti “berpisah”. Konon, pasangan ini berisiko menghadapi banyak ujian dalam rumah tangga, seperti konflik hebat, krisis ekonomi, atau bahkan orang ketiga. Walau saling mencintai, energi mereka cenderung saling bertabrakan.

2. Rabu Pon & Jumat Pahing – Petungan “Padu”

Kombinasi ini menghasilkan petungan Padu, yang berarti “selalu bertengkar”. Meski romantis di awal, hubungan ini rawan konflik karena keduanya sama-sama keras kepala dan dominan. Tanpa komunikasi dan kompromi, pernikahan bisa terasa seperti medan perang.

3. Sabtu Wage & Minggu Pon – Petungan “Tibo”

Kombinasi ini masuk kategori Tibo, yang berarti “jatuh” atau tertimpa kemalangan. Pasangan ini kerap menghadapi hambatan sejak awal, dari tidak direstui hingga terus mengalami masalah ekonomi atau kesehatan setelah menikah.

Kenapa Kombinasi Ini Dianggap Buruk?

Primbon Jawa menghitung neptu (nilai numerik hari dan pasaran) dari masing-masing pasangan, lalu menjumlahkannya. Hasil penjumlahan tersebut dicocokkan dengan kategori berikut:

Jika jatuh pada kategori negatif, pernikahan dianggap kurang membawa kebaikan—meski tetap bisa diatasi.

Baca Juga: 5 Weton Ini Memang Bisa Cepat Kaya, tapi Bisa Jatuh Miskin kalau Nggak Pandai Kelola Uang!

Sudah Terlanjur Jatuh Cinta? Ini Solusinya:

Dalam budaya Jawa, masih ada beberapa solusi spiritual dan praktis:

  1. Pilih hari pernikahan yang baik dan netral

  2. Lakukan ruwatan atau selamatan sebelum menikah

  3. Perkuat komunikasi dan kesadaran dalam hubungan

Primbon dan weton bisa jadi panduan dalam memilih pasangan, tapi bukan penentu utama. Harmonisnya rumah tangga tetap ditentukan oleh kepercayaan, penghargaan, dan usaha bersama. Jika kombinasi weton kurang serasi, anggap saja sebagai bahan refleksi dan peluang untuk memperkuat komunikasi sebelum menikah. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#weton #Primbon Jawa #pernikahan adat jawa #pantangan menikah #weton jodoh