Jawa Pos Radar Lawu - Pernah dengar ungkapan Jawa ini?
"Yen nyapu sing resik, mundhak bojone ora brewok."
Artinya: Kalau nyapu harus bersih, biar suaminya nggak brewok.
Meski terdengar lucu dan terkesan seperti mitos, sebenarnya petuah ini mengandung pesan moral dan pendidikan karakter yang cukup dalam.
Dalam budaya Jawa, pekerjaan rumah tangga seperti menyapu tidak hanya soal bersih-bersih, tapi mencerminkan sikap rajin, tanggung jawab, dan ketelitian seseorang.
Kata “brewok” dalam konteks ini bukan semata soal janggut atau tampilan fisik. Ia adalah simbol jodoh yang tidak sesuai harapan.
Baik dari sisi penampilan, sikap, hingga karakter.
Masyarakat Jawa mengajarkan bahwa gadis yang malas menyapu bisa saja "berjodoh" dengan hal-hal yang tidak ideal dalam hidupnya.
Artinya, kebiasaan malas dan asal-asalan bisa berujung pada hasil hidup yang juga mengecewakan.
Apa Pesan Moralnya?
Gugon tuhon ini bukan sekadar menakut-nakuti. Ada nilai-nilai penting di baliknya:
- Disiplin dan tanggung jawab dalam pekerjaan rumah.
- Kebersihan sebagai cerminan kepribadian.
- Etos kerja yang tinggi sejak usia muda.
Seorang gadis yang telaten dan menjaga kebersihan dianggap siap membina rumah tangga dan menjalani peran penting sebagai pengatur rumah.
Masih Relevan di Zaman Modern?
Tentu! Meskipun zaman sudah berubah dan makna “suami brewok” kini bisa diperdebatkan, pesan utamanya tetap penting: kebiasaan kecil membentuk karakter besar.
Menjaga kebersihan dan bersikap teliti bisa membentuk pribadi yang menarik.
Bukan semata urusan jodoh, tapi dalam segala aspek kehidupan. (fin)
Editor : AA Arsyadani