Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Gugon Tuhon: 'Aja Nekuk Bantal, Ora Ilok', Larangan Jawa Ini Ternyata Punya Arti Mendalam

Sukma Maharani Putri • Kamis, 26 Juni 2025 | 01:30 WIB

 

Bantal jangan dilipat sembarangan! Ini makna tersembunyi dari larangan Jawa yang masih relevan sampai sekarang.
Bantal jangan dilipat sembarangan! Ini makna tersembunyi dari larangan Jawa yang masih relevan sampai sekarang.
Jawa Pos Radar Lawu – Apakah benar melipat bantal itu tidak baik?

Dalam budaya Jawa, ada larangan yang terdengar sederhana tapi sarat makna: “Aja nekuk bantal, ora ilok” yang berarti “Jangan melipat bantal, itu tidak pantas.”

Larangan ini merupakan bagian dari gugon tuhon, atau tradisi larangan lisan yang diwariskan turun-temurun.

Kenapa Melipat Bantal Dianggap Tidak Baik?

Dari sisi kesehatan, melipat bantal bisa membuat posisi kepala terlalu tinggi saat tidur.

Akibatnya? Leher pegal, tidur tidak nyenyak, bahkan bisa mengganggu postur tubuh. Secara medis, ini tentu tidak disarankan.

Dalam budaya Jawa, bantal adalah benda pribadi yang dianggap punya nilai simbolik.

Melipat bantal tanpa alasan dianggap sebagai tindakan yang sembrono dan tidak mencerminkan kerapian.

Anak-anak Jawa, terutama perempuan, diajarkan untuk selalu merapikan tempat tidur sebagai wujud tanggung jawab dan cermin kepribadian.

Nilai-Nilai Moral di Balik Larangan Ini

Larangan melipat bantal dalam gugon tuhon bukan sekadar aturan tanpa dasar, melainkan sarat pesan moral.

Tradisi ini mengajarkan pentingnya hidup rapi, menjaga kenyamanan tidur, menghargai benda pribadi, serta menumbuhkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam budaya Jawa, kebiasaan kecil seperti ini mencerminkan kepribadian dan karakter seseorang.

Baca Juga: Malam 1 Suro: Malam Sakral Penuh Pantangan dan Ritual Gaib, Mitos atau Warisan Budaya?

Masih Relevan di Zaman Sekarang?

Meskipun terdengar kuno, larangan ini tetap relevan.

Di era serba cepat, banyak orang melupakan pentingnya detail kecil seperti ini.

Padahal, menjaga rapi tempat tidur atau memperlakukan bantal dengan benar bisa mencerminkan gaya hidup yang tertata dan sehat secara fisik maupun mental.

Gugon tuhon seperti ini seharusnya tidak dianggap takhayul, melainkan nasihat bijak dari leluhur yang menyatu antara etika, estetika, dan kesehatan. (fin) 

Editor : AA Arsyadani
#gugon tuhon #filosofi hidup #budaya jawa #kearifan lokal