Jawa Pos Radar Lawu - Benarkah laki-laki terancam punah?
Meski terdengar seperti film fiksi ilmiah, ini adalah pertanyaan serius yang sedang diteliti para ilmuwan.
Kuncinya terletak pada kromosom Y: penentu jenis kelamin laki-laki.
Meski membawa gen penting bernama SRY, kromosom Y memiliki jumlah gen paling sedikit dan tidak sepenuhnya dibutuhkan untuk kehidupan.
Buktinya, perempuan hidup sehat tanpa kromosom ini.
Kromosom Y Sedang Mengalami Penyusutan Genetik
Kabar mengejutkannya, kromosom Y semakin mengecil dan kehilangan banyak gen selama jutaan tahun terakhir.
Jika tren ini terus berlanjut, sejumlah peneliti memprediksi kromosom Y bisa punah dalam waktu sekitar 4,6 juta tahun.
Terdengar lama? Dalam skala evolusi, itu waktu yang cukup singkat!
Dulu Sama Besarnya dengan X, Kini Semakin Menyusut
Sekitar 166 juta tahun lalu, kromosom Y dan X awalnya memiliki ukuran dan jumlah gen yang hampir sama.
Namun, karena kromosom Y hanya dimiliki laki-laki dan tidak mengalami rekombinasi genetik (proses pertukaran gen untuk memperbaiki kerusakan).
Ia jadi rentan terhadap mutasi dan kehilangan fungsi.
Tanpa “pasangan” untuk memperbaiki diri, gen-gen di kromosom Y perlahan mengalami degradasi dan akhirnya hilang.
Kromosom Y Tak Tinggal Diam
Meski terlihat melemah, kromosom Y ternyata punya cara bertahan hidupnya sendiri.
Penelitian dari Denmark yang dimuat dalam jurnal PLoS Genetics menemukan bahwa kromosom Y mengalami pengaturan ulang struktur secara besar-besaran.
Hal itu memungkinkan beberapa gen penting untuk menggandakan diri agar tetap berfungsi.
Selain itu, kromosom Y punya struktur palindrom, yaitu urutan DNA yang bisa “membaca ulang dirinya sendiri”.
Ini bekerja seperti sistem backup otomatis, memperbaiki gen yang rusak lewat mekanisme “copy-paste”.
Hewan Lain Juga Alami Hal Serupa
Fenomena penyusutan kromosom Y tidak hanya terjadi pada manusia.
Beberapa spesies hewan seperti tikus dan molerats bahkan sudah kehilangan kromosom Y sepenuhnya, namun tetap bisa berkembang biak.
Caranya? Gen SRY yang menentukan jenis kelamin berpindah ke kromosom lain, dan laki-laki masih bisa dilahirkan secara alami.
Apakah Laki-Laki Akan Punah?
Di kalangan ilmuwan, ada dua kubu:
- Leavers, yang percaya kromosom Y akan hilang.
- Remainers, yang yakin kromosom Y akan bertahan.
Pendapat yang pesimis didukung bukti dari spesies yang sudah kehilangan kromosom Y.
Namun, mereka yang optimis percaya mekanisme perlindungan kromosom Y cukup kuat untuk menghentikan kerusakan genetik lebih lanjut.
Kalau Kromosom Y Hilang, Apakah Laki-Laki Juga Akan Hilang?
Jawabannya: tidak semudah itu.
Meski kromosom Y hilang, teknologi reproduksi seperti fertilisasi in vitro dan rekayasa genetik bisa mengambil alih peran biologisnya.
Bahkan, di masa depan, bisa saja pasangan tanpa kromosom Y tetap bisa memiliki keturunan lewat teknologi.
Namun, reproduksi alami kemungkinan besar tetap akan dipertahankan, terutama oleh manusia yang sehat secara genetik.
Laki-Laki Masih Aman, Setidaknya untuk Sekarang…
Walau kromosom Y terus menyusut, tidak ada tanda bahwa laki-laki akan punah dalam waktu dekat.
Evolusi dan teknologi memberi berbagai kemungkinan agar jenis kelamin laki-laki tetap bertahan.
Daripada khawatir soal 4,6 juta tahun ke depan, mungkin kita harus lebih fokus pada persoalan nyata yang terjadi hari ini.
Mulai dari perubahan iklim, krisis pangan, sampai kesehatan mental. (fin)
Editor : AA Arsyadani