Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mengungkap Legenda Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu, Misteri Raja Terakhir Majapahit Moksa di Puncak Gunung Suci Jawa

Nur Wachid • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 19:57 WIB
Penampakan Candi Sukuh, Legenda Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu, diyakini moksa di puncak gunung yang dipercaya suci di Jawa tersebut. (ISTIMEWA)
Penampakan Candi Sukuh, Legenda Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu, diyakini moksa di puncak gunung yang dipercaya suci di Jawa tersebut. (ISTIMEWA)

Jawa Pos Radar Lawu - Gunung Lawu, dikenal sebagai salah satu gunung suci di Pulau Jawa.

Selain keindahan alamnya, Gunung Lawu juga terkenal karena legenda mistis yang menyertainya. 

Salah satunya, legenda Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu, raja terakhir dari Kerajaan Majapahit, yang konon moksa atau menghilang di gunung ini.

Legenda Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu

Prabu Brawijaya V merupakan raja terakhir Majapahit yang memerintah pada abad ke-15.

Di tengah pergolakan politik dan konflik yang melanda kerajaannya.

Termasuk serangan dari putranya sendiri, Raden Patah, yang telah memeluk agama Islam, Prabu Brawijaya V dikisahkan meninggalkan istananya dan menuju Gunung Lawu.

Tujuannya mencari ketenangan spiritual dan  moksa,  konsep dalam agama Hindu dan Buddha yang berarti menghilang atau meninggal secara spiritual. 

Gunung Lawu, Tempat Keramat Gunung Suci di Jawa

Gunung Lawu memiliki tiga puncak utama: Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah. 

Baca Juga: Hasil Persib Vs PSBS Biak Bri Liga 1 2024/2025 Tadi Malam, Persib Berhasil Sudutkan PSBS dengan Skor Telak 4-1

Ketiga puncak tersebut dianggap sebagai tempat suci dan sering dikaitkan dengan petilasan Prabu Brawijaya V.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, di salah satu dari puncak ini, Prabu Brawijaya V memilih untuk melakukan moksa, meninggalkan dunia fana dan mencapai kesempurnaan spiritual. 

Tidak hanya kisah moksa, keberadaan situs-situs sejarah seperti Candi Sukuh dan Candi Cetho di sekitar Gunung Lawu memperkuat hubungan gunung ini dengan sejarah dan budaya Kerajaan Majapahit.

Kedua candi ini didirikan pada masa akhir Majapahit dan memiliki arsitektur yang unik, mencerminkan transisi dari pengaruh Hindu-Buddha ke Islam di Jawa.

Banyak orang yang percaya bahwa Candi Cetho merupakan tempat persinggahan terakhir Prabu Brawijaya V sebelum melakukan moksa. 

Pengaruh Legenda Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu dalam Tradisi Jawa

Legenda Prabu Brawijaya V telah menjadi bagian integral dari budaya Jawa, khususnya di kalangan masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Lawu.

Setiap malam 1 Sura (1 Muharram), gunung ini menjadi pusat ziarah dan meditasi. 

Di mana banyak orang datang untuk merenung dan melakukan ritual spiritual.

Meskipun kebenaran dari legenda ini sulit untuk diverifikasi secara historis. 

Kisah tersebut terus hidup dalam tradisi lisan dan ritual masyarakat setempat, menambah daya tarik mistis dari Gunung Lawu. 

Legenda Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu merupakan salah satu cerita yang memperkaya warisan budaya dan sejarah Jawa.

Gunung Lawu bukan hanya destinasi pendakian, tetapi juga tempat yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan sejarah.

Dengan cerita yang berakar kuat dalam tradisi Jawa, Gunung Lawu tetap menjadi simbol penting transisi dari masa kejayaan Majapahit menuju era Islam di Nusantara. (kid)

Editor : Nur Wachid
#Hargo Dumiling #Suci #misteri #Candi Sukuh #Hargo Dumilah #raja #gunung lawu #persinggahan #tempat #puncak #moksa #majapahit #Prabu Brawijaya V #legenda #hargo dalem #terakhir #jawa #Candi Cetho #petilasan