Jawa Pos Radar Lawu - Gunung Lawu, dikenal sebagai salah satu gunung suci di Pulau Jawa.
Selain keindahan alamnya, Gunung Lawu juga terkenal karena legenda mistis yang menyertainya.
Salah satunya, legenda Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu, raja terakhir dari Kerajaan Majapahit, yang konon moksa atau menghilang di gunung ini.
Legenda Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu
Prabu Brawijaya V merupakan raja terakhir Majapahit yang memerintah pada abad ke-15.
Di tengah pergolakan politik dan konflik yang melanda kerajaannya.
Termasuk serangan dari putranya sendiri, Raden Patah, yang telah memeluk agama Islam, Prabu Brawijaya V dikisahkan meninggalkan istananya dan menuju Gunung Lawu.
Tujuannya mencari ketenangan spiritual dan moksa, konsep dalam agama Hindu dan Buddha yang berarti menghilang atau meninggal secara spiritual.
Gunung Lawu, Tempat Keramat Gunung Suci di Jawa
Gunung Lawu memiliki tiga puncak utama: Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah.
Ketiga puncak tersebut dianggap sebagai tempat suci dan sering dikaitkan dengan petilasan Prabu Brawijaya V.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, di salah satu dari puncak ini, Prabu Brawijaya V memilih untuk melakukan moksa, meninggalkan dunia fana dan mencapai kesempurnaan spiritual.
Tidak hanya kisah moksa, keberadaan situs-situs sejarah seperti Candi Sukuh dan Candi Cetho di sekitar Gunung Lawu memperkuat hubungan gunung ini dengan sejarah dan budaya Kerajaan Majapahit.
Kedua candi ini didirikan pada masa akhir Majapahit dan memiliki arsitektur yang unik, mencerminkan transisi dari pengaruh Hindu-Buddha ke Islam di Jawa.
Banyak orang yang percaya bahwa Candi Cetho merupakan tempat persinggahan terakhir Prabu Brawijaya V sebelum melakukan moksa.
Pengaruh Legenda Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu dalam Tradisi Jawa
Legenda Prabu Brawijaya V telah menjadi bagian integral dari budaya Jawa, khususnya di kalangan masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Lawu.
Setiap malam 1 Sura (1 Muharram), gunung ini menjadi pusat ziarah dan meditasi.
Di mana banyak orang datang untuk merenung dan melakukan ritual spiritual.
Meskipun kebenaran dari legenda ini sulit untuk diverifikasi secara historis.
Kisah tersebut terus hidup dalam tradisi lisan dan ritual masyarakat setempat, menambah daya tarik mistis dari Gunung Lawu.
Legenda Prabu Brawijaya V di Gunung Lawu merupakan salah satu cerita yang memperkaya warisan budaya dan sejarah Jawa.
Gunung Lawu bukan hanya destinasi pendakian, tetapi juga tempat yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan sejarah.
Dengan cerita yang berakar kuat dalam tradisi Jawa, Gunung Lawu tetap menjadi simbol penting transisi dari masa kejayaan Majapahit menuju era Islam di Nusantara. (kid)
Editor : Nur Wachid