Jawa Pos Radar Lawu – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 2026, sejumlah negara di kawasan Timur Tengah melakukan persiapan besar-besaran demi mendukung kelancaran ibadah umat Islam.
Kuwait menyiapkan sekitar 1.700 masjid untuk menyambut jamaah shalat Tarawih, sementara Uni Emirat Arab (UEA) resmi mengumumkan tarif Zakat Fitrah, Fidyah, dan Kaffarah.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kenyamanan, keamanan, serta perdamaian selama Ramadhan, yang menjadi momentum penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Muslim.
Kuwait Siapkan 1.700 Masjid untuk Ramadhan 2026
Kementerian Urusan Islam Kuwait mengungkapkan bahwa sekitar 1.700 masjid di enam provinsi tengah menjalani proses pemeliharaan dan persiapan intensif.
Persiapan ini dilakukan untuk memastikan seluruh jamaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman selama Ramadhan.
Sejumlah langkah yang dilakukan meliputi:
-
Pembersihan menyeluruh ruang salat dan halaman masjid
-
Perawatan sistem pendingin udara, pencahayaan, dan pengerasan suara
-
Pemeriksaan instalasi listrik dan struktur bangunan
-
Peningkatan aksesibilitas area salat perempuan
-
Perluasan halaman luar untuk menampung jamaah
Selain itu, tim pemeliharaan akan bersiaga selama 24 jam sepanjang Ramadhan guna menangani kendala teknis secara cepat.
Baca Juga: Puasa Menumbuhkan Kepekaan Sosial
Fokus Keamanan dan Kenyamanan Jamaah
Tidak hanya memperhatikan aspek fisik, pemerintah Kuwait juga menggandeng sejumlah lembaga terkait untuk menjaga keamanan dan keselamatan.
Beberapa langkah pendukung yang diterapkan antara lain:
-
Koordinasi dengan kementerian dalam negeri dan pertahanan sipil
-
Penyediaan layanan medis darurat di masjid besar
-
Pengerahan relawan mengatur arus jamaah
-
Pengaturan lalu lintas di sekitar pusat ibadah
Upaya ini bertujuan mencegah kepadatan berlebih, terutama saat shalat Tarawih dan malam-malam istimewa seperti Lailatul Qadar.
Masjid sebagai Pusat Kehidupan Ramadhan
Di Kuwait, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan keagamaan.
Selama Ramadhan, masjid lokasi menjadi pembacaan Al-Qur'an, pembagian sedekah, hingga buka puasa bersama.
Dengan kondisi masjid yang bersih dan tertata, partisipasi jamaah, termasuk lansia dan keluarga, diharapkan meningkat.
Hal ini memperkuat peran masjid sebagai pusat kebersamaan umat.
UEA Tetapkan Tarif Zakat Fitrah dan Fidyah Ramadhan 2026
Sementara itu, Dewan Urusan Islam UEA secara resmi mengumumkan tarif Zakat Fitrah, Fidyah, dan Kaffarah untuk Ramadhan 2026 atau 1447 Hijriah.
Penetapan ini bertujuan memberikan kepastian hukum, keadilan, dan transparansi bagi masyarakat.
Berikut rincian tarif yang ditetapkan:
Zakat Fitrah
-
2,5 kilogram beras per orang
-
Atau setara dengan uang tunai sebesar Dh25
Fidyah
-
3,25 kilogram gandum atau jelai per hari
-
Atau Dh20 dalam bentuk uang tunai
Kaffarah
-
Membatalkan puasa atau lewat nazar: Dh1.200 per hari (untuk 60 penerima)
-
Pelanggaran sumpah: Dh200 (untuk 10 penerima)
Selain itu, nilai minimum makanan berbuka puasa yang ditetapkan sebesar Dh20 per porsi.
Dasar Penetapan Tarif Zakat di UEA
Dewan Urusan Islam UEA menjelaskan bahwa penetapan tarif dilakukan berdasarkan studi lapangan yang melibatkan Kementerian Ekonomi dan Pariwisata.
Kajian tersebut mencakup survei harga bahan pokok, inspeksi pasar, serta konsultasi dengan pemasok.
Standarisasi ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas pendistribusian zakat dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Waktu dan Cara Pembayaran Zakat Fitrah
Pemerintah UEA merekomendasikan pembayaran Zakat Fitrah dilakukan setelah shalat Subuh hingga sebelum matahari terbenam pada Hari Raya Idul Fitri.
Pembayaran lebih awal diperbolehkan untuk menghindari antrean. Pembayaran tunai juga dinyatakan sah dan sesuai dengan praktik sejarah Islam.
Umat Muslim dianjurkan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, seperti:
-
Dana Zakat di bawah Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf
-
Bulan Sabit Merah Emirat
-
Lembaga amal bersertifikat lainnya
Baca Juga: Kapan Batas Akhir Bayar Zakat Fitrah dan Fidyah Puasa Ramadhan 2025?
Tren Regional Persiapan Ramadhan di Timur Tengah
Kuwait dan UEA bukan satu-satunya negara yang melakukan persiapan besar.
Di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, berbagai pedoman pra-Ramadhan juga diterbitkan untuk memastikan kesiapan masjid dan tenaga pelayanan.
Di Uni Emirat Arab, Masjid Agung Sheikh Zayed bahkan memperluas area parkir dan layanan transportasi untuk menampung jutaan pengunjung selama Ramadhan.
Koordinasi lintas negara ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga Ramadhan sebagai momen ibadah yang aman, tertib, dan bermakna.
Menyambut Ramadhan 2026 dengan Persiapan Matang
Persiapan 1.700 masjid di Kuwait serta penetapan tarif zakat di UEA menunjukkan peran aktif pemerintah dalam mendukung kehidupan keagamaan masyarakat.
Melalui perencanaan matang, pemeliharaan infrastruktur, serta regulasi yang jelas, Ramadhan 2026 diharapkan dapat berjalan khusyuk, aman, dan penuh keberkahan bagi umat Islam di wilayah Timur Tengah maupun dunia. (*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani