Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Puasa Ayyamul Bidh Rabiul Awal 1447 H Dimulai Besok Lusa, Simak Jadwal dan Bacaan Niat Lengkap, Pahala Sehari Setara 10 Hari

AA Arsyadani • Kamis, 4 September 2025 | 21:18 WIB

 

 

 

Puasa Ayyamul Bidh Rabiul Awal 1447 H dimulai lusa, Sabtu 6 September 2025. Berikut jadwal, niat, dan keutamaannya.
Puasa Ayyamul Bidh Rabiul Awal 1447 H dimulai lusa, Sabtu 6 September 2025. Berikut jadwal, niat, dan keutamaannya.

Jawa Pos Radar Lawu - Awal bulan Rabiul Awal 1447 Hijriah telah dimulai pada Senin, 25 Agustus 2025, sebagaimana diumumkan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) pada Sabtu, 23 Agustus 2025.

Artinya, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Ayyamul Bidh mulai lusa, Sabtu, 6 September 2025.

Ayyamul Bidh, yang berarti “hari-hari cerah” karena bertepatan dengan malam bulan purnama, jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan Hijriah.

Pada bulan Rabiul Awal 1447 H, puasa ini dapat dilaksanakan pada Sabtu hingga Senin, 6–8 September 2025.

Puasa Ayyamul Bidh memiliki kedudukan sunnah muakkad, yakni amalan yang sangat dianjurkan. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas dalam Sunan An-Nasai:

“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah (ayyamul bidh) baik di rumah maupun dalam bepergian.”

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaytu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah Ta’âlâ.”

Niat puasa ini disunnahkan untuk diucapkan dengan lisan, tidak sekadar dalam hati.

Waktu pelafalan niat dimulai sejak malam hari hingga sebelum zawal (matahari condong ke barat), dengan syarat belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar terbit.

Tata Cara dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Sebelum berpuasa, umat Islam dianjurkan melaksanakan sahur menjelang Subuh.

Saat Maghrib tiba, sunnah pula untuk menyegerakan berbuka.

Puasa Ayyamul Bidh memiliki fadilah yang agung. Nabi Muhammad saw bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Abudzar ra dalam hadits Imam Ibnu Majah dan At-Tirmidzi, serta dikutip dalam I’ânatut Thâlibîn:

“Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun. Allah menurunkan ayat dalam kitab-Nya yang mulia membenarkan hal itu: ‘Siapa saja yang datang dengan kebaikan maka baginya pahala 10 kali lipatnya’ (QS. al-An’am: 160). Satu hari sama dengan 10 hari.”

Dengan demikian, melaksanakan puasa Ayyamul Bidh selama tiga hari diyakini setara dengan memperoleh pahala puasa sepanjang tahun. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#puasa ayyamul bidh #puasa sunah #rabiul awal 2025