Jawa Pos Radar Lawu – Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an di jenjang pendidikan dasar, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Manaratul Islam Jakarta Selatan resmi mengadopsi Metode Al-Murottalu: Qiroah Muwahhadah dari Madrasatul Qur’an (MQ) Tebuireng, Jombang. Inovasi ini disambut positif oleh guru, orang tua, dan para siswa karena terbukti efektif melatih bacaan Al-Qur’an yang tartil, fasih, dan seragam.
Metode ini mulai diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026, mencakup lebih dari 550 peserta didik. MI Manaratul Islam sendiri berada di bawah naungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Gandaria yang diasuh oleh KH. Muhyiddin Ishaq Yahya, Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta.
Baca Juga: Satukan Hati, Wakafkan Rizki: Bersama Kita Bangun Peradaban Qurani
Apa Itu Metode Al-Murottalu?
Metode Al-Murottalu: Qiroah Muwahhadah adalah sistem pembelajaran Al-Qur’an yang dikembangkan oleh Madrasatul Qur’an Tebuireng. Metode ini merupakan warisan dari sang pengasuh Romo KH. M. Yusuf Masyhar, disusun lebih lanjut oleh KH. Muhibbuddin bersama Unit Tahfizh MQ Tebuireng.
Keunikan dari metode ini terletak pada teknik Qiroah Muwahhadah, yaitu pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama dalam satu irama, tempo, dan tartil yang dipimpin langsung oleh guru. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya terbiasa membaca secara benar sejak dini, tetapi juga dibentuk karakter disiplin dan kekompakan dalam belajar.
Mengapa Al-Murottalu Efektif?
Metode ini dirancang untuk menjawab tantangan dalam pembelajaran Al-Qur’an yang kerap tidak konsisten dalam pelafalan dan pendekatan. Keunggulan utamanya antara lain:
- Tartil dan fasih sejak dini melalui pembacaan seragam bersama guru.
- Menguatkan hafalan lewat irama kolektif dan pengulangan.
- Menanamkan adab berjamaah, melatih kedisiplinan dan kekhusyukan.
- Mencegah kesalahan bacaan sejak awal, seperti logat daerah yang sulit diperbaiki.
Kepala Madrasah KH. Zarkasi Ishaq, yang juga alumni MQ Tebuireng, menyebut Al-Murottalu sebagai metode praktis namun tetap komprehensif. “Metode ini hanya empat modul, tapi sangat terarah. Modul terakhir sudah membahas sifat huruf, jadi anak-anak bisa langsung belajar pelafalan yang benar,” ujarnya.
Diterapkan Lewat Pelatihan Guru Profesional
Agar penerapan metode ini berjalan maksimal, MI Manaratul Islam menggelar pelatihan khusus untuk dewan guru pada Rabu, 2 Juli 2025 di Gedung Sekolah MI MANIS. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari MQ Tebuireng wilayah Jabodetabek, yaitu:
- KH. Zainal Arifin, Ketua Ikatan Alumni Madrasatul Qur’an (IAMQ) Jabodetabek
- KH. Khairul Fahmi Dasuki, Ketua Umum PW JQH NU DKI Jakarta sekaligus Pengurus Pusat IAMQ Tebuireng
Khairul Fahmi menerangkan bahwa Al-Murottalu bukan sekadar metode membaca, melainkan pendekatan tahfizh terpadu yang telah diterapkan di berbagai pesantren dan madrasah di Indonesia.
“Metode ini membantu anak-anak membiasakan diri membaca Al-Qur’an secara benar dari segi makhraj, tajwid, dan irama. Ini sangat penting untuk membentuk pondasi kuat bagi generasi penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Bisa Diterapkan di Berbagai Jenjang dan Lembaga Pendidikan
Metode Al-Murottalu relevan diterapkan di jenjang madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah, pesantren salaf maupun modern, rumah tahfizh, hingga TPA dan TPQ. Berkat sistemnya yang sederhana, aplikatif, dan terstruktur, metode ini mudah dipahami oleh guru dan siswa dari berbagai latar belakang.
Komitmen Cetak Generasi Qurani
Langkah MI Manaratul Islam ini menjadi bagian dari komitmen mencetak generasi Qurani yang fasih dalam bacaan, kuat dalam hafalan, serta berakhlak dan beradab. Diharapkan, keberhasilan implementasi metode Al-Murottalu ini bisa menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya di Indonesia untuk mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an yang efektif dan berkelanjutan. (fin)
Editor : AA Arsyadani