Jawa Pos Radar Lawu – Banyak cara mempertebal keimanan seiring datangnya bulan suci Ramadan, salah satunya dengan berwisata religi di Magetan.
Berwisata religi bisa dengan mengunjungi makam ulama besar, leluhur, kiai, atau tokoh penting lainnya untuk berziarah sekaligus mendoakannya.
Di Magetan terdapat sejumlah objek wisata religi yang tidak hanya menyegarkan mata, melainkan juga sarat sejarah peradaban Islam.
Berikut ini rekomendasi objek wisata religi di Magetan yang cocok dikunjungi selama Ramadan.
Makam Kembang Sore dan Masjid Al-Furqon
Makam Kembang Sore di Desa Pacalan, Plaosan, ini terdapat makam Ki Ageng Kembang Sore yang menjadi tonggak peradaban Islam di wilayah setempat.
Kiai Nolodipo, nama lain Ki Ageng Kembang Sore, merupakan pemimpin prajurit Kerajaan Mataram yang terlibat perang melawan pasukan Belanda pada 1628.
Ki Ageng Kembang Sore salah satu penyebar agama Islam di daerah Brang Wetan atau dikenal sisi timur Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Di kompleks Makam Kembang Sore juga terdapat makam KRMT Poerwodiningrat, bupati Magetan kedua, dan KRT Sosrodipuro, bupati Magetan ketiga.
Ki Ageng Kembang Sore merupakan guru dari kedua bupati tersebut.
Selain itu, terdapat Masjid Al-Furqon atau juga dikenal Masjid Tiban.
Bangunan arsitektur masjid ini cukup unik, dengan tiga buah pintu utama berbentuk joglo, dan empat tiang utama penyangga dari kayu.
Masjid Ki Mageti
Masjid Ki Mageti berada di area Kebun Refugia, Plaosan, dengan luas 289 meter persegi (17x17 meter).
Masjid kuno berusia 137 tahun itu selesai direnovasi Oktober 2022.
Masjid Ki Mageti dibangun menggunakan peninggalan soko guru Masjid Agung Baitussalam.
Masjid Agung Baitussalam
Masjid Agung Baitussalam merupakan masjid ikon Magetan.
Setelah direnovasi, Masjid Agung Baitusslam terlihat megah dengan konsep khas Timur Tengah namun tetap mempertahankan nilai tradisonalnya.
Masjid di sebelah barat Alun-Alun Magetan itu ramai dikunjungi bukan hanya masyarakat yang ingin salat.
Namun juga memberikan penghormatan terhadap tokoh-tokoh Islam terkemuka. (cor)
Editor : Andi Chorniawan