Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Detik-detik Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Pelaku Sempat Sapa Guru Sebelum Tekan Remot Bom!

Muhammad Aditya Pangestu • Rabu, 12 November 2025 | 14:37 WIB
Polisi Ungkap Bahwa Pelaku Sempat Menyapa Guru sebelum Meledakkan Bom
Polisi Ungkap Bahwa Pelaku Sempat Menyapa Guru sebelum Meledakkan Bom

Jawa Pos Radar Lawu - Jakarta diguncang kabar mengejutkan usai ledakan terjadi di SMAN 72, Jumat (7/11).

Polisi akhirnya membeberkan kronologi lengkap peristiwa yang melibatkan seorang siswa aktif sebagai pelaku. 

Hasil penyelidikan menunjukkan, pelaku bertindak sendirian dan tidak terkait jaringan teror mana pun.

Ia diduga terinspirasi dari berbagai aksi kekerasan di luar negeri setelah bergabung dalam komunitas daring ekstrem.

Pelaku Resmi Jadi Tersangka

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menyebut pelaku kini ditetapkan sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH). 

“Pelaku bertindak mandiri, tidak terhubung dengan jaringan teror,” ujarnya. Sebanyak 16 saksi, mulai dari guru, siswa, hingga keluarga pelaku, telah dimintai keterangan.

Polisi juga melibatkan KPAI untuk memastikan proses hukum tetap memperhatikan hak anak.

Pribadi Tertutup dan Terobsesi Konten Kekerasan

Baca Juga: Heboh! Gus Ipul Didesak Segera Mundur dari Sekjen PBNU, Ternyata Ini Pemicu Utamanya

Dari keterangan saksi, pelaku dikenal tertutup, jarang bergaul, dan kerap menonton konten kekerasan di dunia maya. 

Densus 88 mengungkap, ia merasa tertindas dan menyimpan dendam atas perlakuan yang dialaminya di lingkungan sekitar.

Pelaku juga disebut mengidolakan pelaku penembakan brutal seperti Eric Harris dan Dylan Klebold di tragedi Columbine, AS.

Kronologi: Sapa Guru Sebelum Ledakkan Bom

Baca Juga: Polisi Bandara Soetta Tangkap Pelaku Pemalsuan Kartu Pekerja Migran, Terancam 15 Tahun Penjara

Rekaman CCTV menunjukkan pelaku datang ke sekolah pukul 06.28 WIB mengenakan seragam lengkap dan membawa dua tas berisi bom rakitan.

Ia bahkan sempat bertegur sapa dengan salah satu guru di koridor sebelum menuju masjid.

Menjelang pukul 11.43 WIB, ia terlihat masuk ke area masjid membawa tas merah.

Beberapa menit kemudian, pelaku keluar dengan pakaian berganti, menenteng pistol mainan dan diduga remot pemicu ledakan. 

Tepat pukul 12.02 WIB, cahaya merah terlihat dari dalam masjid, disusul ledakan keras dan asap putih tebal.

Ledakan itu menyebabkan 96 orang luka-luka, sebagian dirawat intensif di rumah sakit.

Bom Rakitan Diledakkan Lewat Remot

Menurut Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, pelaku menyiapkan tujuh bom di tiga titik sekolah yakni masjid, taman baca, dan bank sampah.

Empat bom berhasil meledak, tiga lainnya ditemukan masih aktif. Bahan peledak berdaya rendah itu dirakit menggunakan jeriken plastik, baterai 6 volt, paku baja, dan sumbu api.

"Dua bom di masjid diaktifkan dengan remot kontrol, sedangkan di taman baca dan bank sampah menggunakan sumbu bakar,” jelas Henik.

Korban Terparah Masih Dirawat

Baca Juga: 3 Zodiak Ini Kariernya Diprediksi Melonjak Tajam pada Pertengahan November 2025, Siapa Saja?

Salah satu korban, LH (16), mengalami luka bakar parah dan gangguan pendengaran. “Pengobatan bisa dua tahun,” kata ayah korban di RSI Cempaka Putih.

Polisi kini masih menelusuri asal bahan peledak dan aktivitas daring pelaku.

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aktivitas digital remaja agar tak terjerumus ke ideologi ekstrem. (*)

Editor : Riana M.
#rekaman cctv #pelaku #remote #Siswa Aktif #pelaku peledakan #ledakan SMA 72 #ledakan SMAN 72 Jakarta Utara #bom rakitan