Jawa Pos Radar Lawu - Kasus mutilasi di Mojokerto, Jawa Timur, menjadi perhatian besar masyarakat setelah polisi menemukan ratusan potongan tubuh manusia di kawasan hutan Pacet.
Peristiwa ini bukan hanya memunculkan rasa ngeri, tetapi juga duka mendalam karena kondisi korban yang benar-benar tidak utuh.
Menurut keterangan resmi dari Polres Mojokerto, jumlah potongan tubuh korban mencapai sekitar 310 bagian.
Semua potongan tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk dilakukan pemeriksaan medis dan identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik.
Rincian Temuan Potongan Tubuh
Proses pengumpulan potongan tubuh dilakukan dalam beberapa tahap. Berikut rinciannya:
Hari Pertama (Sabtu, 6 September 2025):
Tim forensik menerima 63 potongan tubuh.
Temuan ini meliputi jaringan otot, lapisan lemak, potongan kulit kepala, dan rambut korban.
Potongan awal ini menjadi indikasi bahwa kasus mutilasi dilakukan dengan cara yang sangat brutal.
Hari Kedua (Minggu, 7 September 2025):
Pencarian kembali dilakukan dan menghasilkan 239 potongan tubuh tambahan.
Dari jumlah tersebut, tim menemukan bagian tulang kepala, delapan potongan tulang paha kanan dan kiri, serta 22 gigi.
Rincian ini membantu proses rekonstruksi tubuh korban secara bertahap.
Tambahan Potongan Lain:
Setelah hari kedua, tim kembali menemukan potongan tulang belakang yang juga sudah diserahkan ke rumah sakit.
Namun, hingga saat ini masih ada bagian tubuh yang belum ditemukan, yaitu telapak tangan kiri dan kaki kanan korban.
Jika dijumlahkan, keseluruhan potongan yang sudah diterima pihak rumah sakit berada pada kisaran 302 hingga 310 potongan tubuh.
Dengan jumlah potongan yang begitu banyak, proses identifikasi menjadi tantangan tersendiri.
Tim forensik harus bekerja detail untuk memastikan setiap bagian tubuh dapat disusun kembali.
Tidak hanya itu, proses pemeriksaan DNA juga dilakukan untuk memperkuat identitas korban.
Warga sekitar lokasi penemuan potongan tubuh mengaku terkejut sekaligus trauma dengan kejadian ini.
Aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam, termasuk menggali motif di balik tindakan kejam yang mengakibatkan korban harus ditemukan dalam ratusan potongan.
Kasus mutilasi Mojokerto ini kini tercatat sebagai salah satu peristiwa paling mengerikan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Publik berharap agar polisi segera mengungkap dalang di balik kejadian sadis ini dan memberikan keadilan bagi keluarga korban. (*)
Editor : Riana M.