MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu – Sejumlah orang terlihat mengarungi Embung Kali Piring di Kelurahan Pilangbango, Kartoharjo, Kota Madiun, pada Sealsa (4/2).
Sejurus kemudian, perahu karet yang digunakan sengaja dibalikkan. Praktis, para penumpang terjun ke air.
Mereka bukan sedang pelesir. Melainkan, simulasi tanggap darurat bencana banjir.
Sejumlah orang yang mayoritas pria itu merupakan pegawai PLN UP3 Madiun.
Beberapa di antaranya petugas dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat.
‘’Ada 40 pegawai kami yang ikut simulasi tanggap darurat banjir ini,’’ kata Manajer PLN UP3 Madiun Suhandoko.
Berbagai pengetahuan tentang tanggap darurat banjir dipraktikkan.
Seperti, tata cara penanganan dan pertolongan korban, penanganan kelistrikan di lokasi banjir, serta teknik penggunaan perahu karet.
‘’Saat banjir, petugas-petugas teknik juga akan melakukan penyelamatan dan pemadaman,’’ ujar Suhandoko.
Dia menyampaikan, kegiatan itu dilaksanakan agar pegawai dan tenaga ahli PLN selalu siap ketika terjadi bencana.
"Kalau petugasnya siap, penanganan di lokasi maupun evakuasi berjalan lancar,’’ ungkapnya.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Madiun Bambang Agung Hariyadi mengklaim, seluruh peserta memahami materi yang diberikan.
Pihaknya berharap, itu bisa menambah kemampuan penanggulangan banjir.
‘’Supaya mandiri, karena memang itu juga tugas PLN,’’ kata Bambang. (err/den)
Editor : Deni Kurniawan