NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Bus rombongan mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) kecelakaan di Tol Solo-Ngawi pukul 13.45 WIB, Senin (3/2). Bus tersebut adalah bus pariwisata Citra Dewi bernopol H 7518 OC.
Kecelakaan bus itu berakibat celaka bagi pengguna tol lain. Termasuk mobil patwal Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi yang diseruduk dari belakang. Kendaraan pelat merah itu hingga nyungsep ke parit.
Kronologi kecelakaan di jalan bebas hambatan itu diawali manuver sebuah truk yang belum diketahui identitasnya. Begini, kesaksian sopir bus pengangkut mahasiswa dari Semarang itu.
'’Perjalanan ke Bali, bawa 40 mahasiswa,’’ kata sopir bus pariwisata Citra Dewi yang bernama Heri, 55, warga Desa Pancuran, Tingkir, Salatiga.
Heri mengaku, semua bus melaju di jalur cepat. Saat melintas di Km 572 masuk Desa Gemarang, Kedunggalar, sebuah truk belok ke jalur yang dilintasi bus.
Seketika itu, dia banting stir ke kiri. Alih-alih menghindari tabrakan dengan truk, bus malah menumbur mobil patwal Dishub di jalur darurat.
‘’Kemudian saya banting stir ke kanan menabrak median, akhirnya berhenti melintang di tol,’’ terangnya.
Seluruh penumpang bus selamat. Mereka dipindah ke empat bus lain dalam rombongan.
Dua petugas dishub di mobil patwal juga lolos dari petaka. Kendati, kendaraan dinas yang dikendarai terperosok ke parit. "Beruntung semua baik-baik saja," ungkap Heri.
Yanto, petugas dishub, mengaku kaget saat mobil tiba-tiba diseruduk bus dari belakang.
Kala itu, dia sedang berhenti di jalur darurat untuk mengecek mobil.
‘’Kami di lajur lambat mau melanjutkan perjalanan dari acara di Kecamatan Mantingan. Alhamdulillah, bisa keluar setelah berhasil membuka pintu mobil,’’ kata Yanto.
Akibat kecelakaan itu, kemacetan panjang tidak terhindarkan.
Arus kendaraan mulai normal setelah bus pariwisata Citra Dewi dengan sopir bernama Heri itu dievakuasi ke pinggir jalan.
Ya, dampak kecelakaan yang berujung mobil patwal nyungsep itu menyebabkan penumpukan kendaraan selama puluhan menit di tol.
Biang kemacetannya, posisi bus rombongan mahasiswa dari Semarang itu melintang menutupi badan jalan.
‘’Macet sekitar setengah jam,’’ kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi Iptu Parsidi. (sae/den)
Editor : Deni Kurniawan