NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Aksi jotos suami kepada selingkuhan istri di Ngawi jadi bahan pergunjingan.
Di media sosial, banyak netizen mengomentari kasus dugaan penganiayaan yang dipicu dua guru SMAN 1 Karangjati, Ngawi, yang ditengarai selingkuh itu.
Dalam posting-an berita terkait di akun instagram jawapos.radarmadiun misalnya. Tak sedikit komentar bernada dukungan kepada si penjotos, yakni AG, 36, warga Desa Sumengko, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi.
Seperti, komentar dari akun prima_nurhidayat.
Akun tersebut menuliskan, Lebih baik dekam di jeruji besi , karena sudah bermain dengan harga diri seorang suami.
Kemudian, komentar dari rizalkhoirul.fr yang berbunyi, Pria tidak bercerita, tapi langsung kecroh!
Berupa-rupa tanggapan netizen dalam posting-an dengan 573 komentar dan 50 like per Selasa (8/10) pukul 17.47 WIB itu.
Akun wenny_widi menuliskan komentar menyayangkan perselingkuhan di dunia pendidikan itu.
Berikut komentarnya.
Astagfirullah memalukan sekali seorg guru malah berselingkuh gimana mau mendidik anak bangsa jika gurunya malah mengajari spt itu...akhir jamab
Diketahui, korban dalam kasus dugaan penganiayaan itu adalah AS, 39, warga Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Dalam dugaan kasus penganiayaan itu, AS berstatus sebagai korban.
Ya, AS kena bogem mentah AG yang naik pitam.
Tindakan nekat AG itu dilatarbelakangi tengarai perselingkuhan antara AS dengan istri AG (PRP, 33).
Hal itu diketahui AG dari video AS dan PRP di beberapa hotel di Ngawi.
AS dan PRP berprofesi sama, yakni guru.
Bahkan, mengajar di satu sekolah, di SMAN 1 Karangjati, Ngawi.
Api cemburu di dada AG mengantarnya berhadapan dengan hukum.
Kasus dugaan penganiayaan itu dalam proses penanganan polisi.
AG diamankan petugas setelah istri AS yang merasa tidak terima suaminya kena jotos, membuat laporan ke kepolisian. (den)
Editor : Deni Kurniawan