NGAWI, Jawa Pos Radar Lawu - Cemburu di dada AG, 36, warga Desa Sumengko, Kwadungan, atas PRP, 33, istrinya, sudah benar.
Namun, cara pengungkapannya tak patut ditiru. AG nekat menghajar AS, 39, pria asal Desa Bajulan, Saradan, Kabupaten Madiun, yang ditengarai main serong dengan PRP.
AG kini berurusan dengan hukum. Sebab, istri AS yang malah merasa tidak terima justru melaporkan aksi jotos itu ke polisi.
Begini ceritanya.
Rabu (2/10) lalu, AG buru-buru menuju SMAN 1 Karangjati, Ngawi, untuk mencari AS.
AG bertemu AS di ruang tamu sekolah itu.
Singkat cerita, dengan tangan kosong AG yang naik pitam lantas menghajar pria yang ditengarai selingkuh dengan PRP itu.
''Korban (AS) adalah guru sekolah ini. Sementara pelaku (AG), istrinya juga guru di sini,'' kata Kepala SMAN 1 Karangjati Purwahyudi, Senin (7/10).
Buntut dugaan selingkuh dua oknum guru di satu SMA itu, AS babak belur akibat bogem mentah yang didaratkan AG.
AS mengalami luka di beberapa bagian tubuh.
Seperti, pada bagian pipi, telinga, dan perut.
AS segera dilarikan ke Puskesmas Karangjati lalu dirujuk ke RS Widodo.
‘’Saat saya masuk ruang tamu sekolah, korban sudah dalam kondisi berdarah di bagian dagunya,’’ ungkap Purwahyudi.
Polisi kemarin mengamankan AG di rumahnya.
Tindakan itu berdasarkan laporan dugaan penganiayaan yang diterima petugas.
‘’Laporan dari istri AS yang merasa tidak terima,’’ kata Kapolsek Karangjati AKP Sugeng Wahyudi.
Dugaan kasus penganiayaan kepada seorang guru SMA di Ngawi itu kini tengah ditangani Polres Ngawi. (sae/den)
Editor : Deni Kurniawan