Jawa Pos Radar Lawu – Usai insiden naas itu SMAN 1 Cawas, Klaten telah mengambil langkah tegas terhadap para siswa yang terlibat hingga menyebabkan Ketua OSIS Fajar Nugroho meninggal dunia pada Senin (8/7) lalu.
Fajar Nugroho meninggal dunia setelah tersetrum di kolam ikan sekolah saat merayakan ulang tahunnya.
Insiden terjadi ketika teman-temannya menceburkan Fajar ke kolam, nahasnya saat hendak naik dari kolam, Fajar tak sengaja menyentuh kabel pompa pancuran yang mengelupas dan menyebabkan dia tersetrum hingga meninggal.
Kepala SMAN 1 Cawas, Arik Sulistyorini, menjelaskan bahwa siswa yang menceburkan Fajar Nugroho tetap mendapatkan hak pembelajaran mereka.
Mereka tidak diberi sanksi oleh pihak sekolah karena kejadian tersebut dianggap di luar dugaan.
"Saya sebagai kepala sekolah, menjamin 100 persen bahwa tidak ada pengeluaran terhadap siswa. Mereka tetap kami rangkul dan ajak untuk belajar bersama kembali di sini," ujar Arik pada awak media Sabtu (13/7).
Arik juga mengakui bahwa mengajak kembali para siswa yang terlibat dalam insiden tersebut untuk belajar di sekolah bukanlah tugas yang mudah.
Sebab mereka jelas masih mengalami trauma akibat kejadian yang menimpa teman mereka.
"Butuh pembinaan dan pendampingan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sudah datang, tetapi sekolah tetap berkomunikasi dengan orang tua siswa," tambah Arik.
Saat kejadian, ada sekitar 30 siswa di sekolah namun mereka berada di beberapa ruangan yang berbeda.
Jadi, tidak semua siswa menyaksikan langsung peristiwa tragis tersebut.
"Mereka masih syok. KPAI akan memberikan pendampingan psikologis kepada siswa. Saat kejadian memang banyak siswa yang ada di sekolah," pungkasnya.
Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah dan pihak terkait untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Terutama dukungan psikologis dan komunikasi yang baik dengan orang tua siswa diharapkan dapat membantu proses pemulihan trauma para siswa. (okta)
Editor : Riana M.