Jawa Pos Radar Lawu - Seorang karyawan PT Astra Honda Motor (AHM) di daerah Karawang, Jawa Barat, ditemukan tewas dengan kondisi gantung diri di dalam kontrakannya pada Jumat (5/7).
Korban yang diketahui bernama Afrian Zaenul Umam berusia 21 tahun, diduga mengalami depresi berat akibat terjerat utang dari kekalahan bermain judi online dan pinjaman online berbunga tinggi.
Kapolsek Bungursari, Kompol R. Dandan Nugraha, mengungkapkan bahwa kasus ini pertama kali terungkap setelah korban tidak masuk kerja tanpa keterangan.
Rekan kerja yang merasa khawatir, langsung mendatangi kontrakan Afrian dan menemukan korban telah meninggal dunia dengan kondisi tergantung di belakang pintu kamar dengan jeratan tali di lehernya.
Setelah dievakuasi jenazah korban dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk dilakukan visum et repertum.
"Temuan di TKP menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban, ini murni kasus bunuh diri," ujar Kompol Dandan Nugraha kepada awak media.
Kejadian tragis ini mengundang berbagai reaksi dari netizen, salah satunya pada akun Facebook berinisial M yang mengunggah informasi tentang kasus ini, dengan menuliskan, "Pegawai AHM bunuh diri di kontrakan Dangdeur. Mayat ditemukan setelah 2 hari. Diduga gara-gara slot."
Postingan tersebut sontak viral dan mendapatkan banyak tanggapan dari pengguna media sosial yang menyayangkan tragedi tersebut.
Selain itu banyak warganet yang berkomentar memperingatkan bahaya judi online serta pinjaman online ilegal.
Sementara itu, Humas Polres Karawang, Ipda Kusmayadi, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap pendalaman.
Lokasi kejadian diduga bukan di wilayah Karawang, meskipun korban bekerja di PT AHM Karawang.
"Masih dalam pendalaman, namun sampai saat ini belum ada info lanjut terkait kabar tersebut. Kemungkinan bukan di Karawang," terang Kusmayadi pada awak media.
Kasus Judi online sudah banyak memakan korban dengan tips penggunaan algoritma yang sudah dimanipulasi untuk memastikan pemain sesekali menang agar terus bermain dan meningkatkan jumlah taruhan.
Sementara itu, pinjaman online ilegal menawarkan pinjaman cepat dengan bunga tinggi dan biaya tersembunyi, sehingga menjebak peminjam dalam utang.
Kasus ini mengingatkan kita untuk lebih waspada terhadap bahaya judi online dan pinjaman online ilegal, serta pentingnya mendukung orang-orang yang mungkin sedang mengalami depresi atau tekanan finansial.(okta)
Editor : Riana M.