Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral! Kematian Bocah 13 Tahun Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ada Tanda-tanda Kekerasan di Tubuh Korban

Herlin Putri R • Rabu, 3 Juli 2024 | 13:24 WIB
Seorang Remaja 13 Tahun yang berinisial AM dicurigai  meninggal akibat Penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi (Tik tok : @polrespadang)
Seorang Remaja 13 Tahun yang berinisial AM dicurigai meninggal akibat Penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi (Tik tok : @polrespadang)

Jawa Pos Radar Lawu - Seorang remaja berusia 13 tahun yang berinisial AM, ditemukan tewas mengapung di Sungai Batang Kuranji, Padang, Sumatera Barat pada Minggu (9/6/2024) pukul 11.55 WIB. 

Pada tubuh korban terdapat luka memar di punggung dan perut. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang mencurigai bahwa AM meninggal akibat penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi

Direktur LBH Padang, Indira Suryani, mengungkapkan bahwa investigasi yang dilakukan lembaganya menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Di sekujur tubuh korban terdapat luka-luka lebam yang diduga karena penganiayaan,” ujar Indira.

Dari hasil investigasi, diketahui bahwa AM dan beberapa rekannya diduga akan terlibat tawuran sehingga mereka mengalami penyiksaan oleh anggota Sabhara Polda Sumbar pada malam Sabtu (8/6) hingga Minggu dini hari.

LBH Padang berhasil mengumpulkan keterangan dari tujuh saksi yang mengaku mengalami penyiksaan, terdiri dari lima anak seusia AM dan dua pemuda berusia 18 tahun. 

Saksi terakhir yang melihat AM adalah rekannya yang berinisial A, yang menceritakan bahwa mereka berdua dihampiri oleh polisi saat melintasi Jembatan Batang Kuranji sekitar pukul 04.00 WIB pada Minggu pagi.

 “Oknum polisi itu menendang motor AM, hingga bocah 13 tahun itu terpelanting," jelas Indira.

Setelah terjatuh, AM sempat berdiri sebelum A melihatnya dikelilingi oleh polisi yang memegang rotan.

A kemudian diamankan oleh polisi lain, dan setelah itu, keberadaan AM tidak diketahui hingga ditemukan tewas di sungai. 

“Dari keterangan itu, hingga adanya luka lebam di sekujur tubuh, ini berat dugaan sebelum tewas AM dianiaya dulu,” ungkap Indira.

Menurut Indira, tubuh AM dan beberapa korban lainnya menunjukkan tanda-tanda penyiksaan berat. Mereka dipaksa mengaku sebagai pelaku tawuran. 

“Luka-luka yang dialami AM dan para korban berasal dari penyiksaan dengan rotan, tendangan, disetrum, sampai dicelup dengan api rokok,” jelas Indira. 

Bahkan, ada laporan bahwa beberapa korban dipaksa melakukan ciuman sejenis.

Keluarga AM mengetahui kematian anak mereka pada Minggu malam dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Padang pada Senin (10/6). 

“Saya belum dapat hasil otopsi. Namun, waktu buat laporan, Senin, saya sempat tanya. Penyidik menyebut, penyebab kematian anak saya patah tulang rusuk 6 buah dan robek paru-paru 11 sentimeter,” kata ayah korban

Keluarga berharap agar kasus ini segera terungkap dan pelaku diberi hukuman yang setimpal.

Wakapolresta Padang, AKBP Ruly Indra Wijayanto, menyatakan bahwa 30 personel polisi telah diperiksa terkait kematian AM. 

“Kita telah meminta keterangan 30 personel yang bertugas dan mengamankan rombongan anak yang diduga melakukan aksi tawuran saat itu,” ujarnya.

Ruly juga mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian AM dan menunggu hasil otopsi.

Ruly menjelaskan bahwa korban diduga tewas setelah melompat dari jembatan setinggi 25 meter ketika hendak diamankan oleh polisi. Namun, banyaknya luka lebam di tubuh korban masih menjadi tanda tanya besar.

“Kita masih menunggu hasil otopsi jenazah korban,” jelas Ruly. 

Jika ditemukan pelanggaran oleh anggota polisi, tindakan lanjutan akan dilakukan oleh Propam Polda Sumbar. (*)

Editor : Riana M.
#sumatera barat #saksi #meninggal dunia #13 Tahun #sumbar #polisi #lbh #pelaku tawuran #bocah #tubuh #penyiksaan #dianiaya #padang #kekerasan