PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Pecah kongsi di kubu petahana tak sebatas rumor belaka. Paling kentara dari agenda kerja pucuk pimpinan tertinggi di Pemkab Ponorogo.
Wabup Lisdyarita jarang terlihat mendampingi Bupati Sugiri Sancoko hingga menguatkan kabar hubungan yang tak harmonis antar keduanya.
Bahkan, santer terdengar bahwa Lisdyarita bakal angkat kaki dari PDIP. Ketua DPC PDIP Ponorogo Bambang Juwono buru-buru menampik kabar burung tersebut.
Menurutnya pecah kongsi sengaja di-move sebagai isu jelang Pilkada. Bambang memastikan bahwa Lisdyarita merupakan kader PDIP menduduki Wakil Ketua DPC Bidang Ekonomi Kerakyatan.
‘’Itu isu saja, sampai sekarang masih dengan PDIP dan masih baik-baik saja. Minggu lalu Bu Lis juga hadir dalam pertemuan dengan para kader,’’ ujar Bambang.
Bambang unjuk bukti tambahan bahwa hingga kemarin (13/6) belum ada surat pengunduran diri serta pengembalian kartu tanda anggota (KTA).
Sebagaimana aturan partai, kader yang mengundurkan diri wajib melalui mekanisme tersebut.
Menurutnya, hal itu menunjukkan Lisdyarita tetap menjadi kader PDIP. ‘’Berpartai itu sukarela, kerelaan hati berjuang bersama,’’ ujarnya.
Di sisi lain, Lisdyarita mengajukan diri sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup) PDIP mendampingi Sugiri Sancoko.
Dorongan partai dan masyarakat sangat kuat agar Lisdyarita maju lagi mendampingi petahana. Pun, pasangan itu bakal diajukan ke koalisi mendatang.
‘’Nanti kami tetap usulkan Sugiri Sancoko-Lisdyarita, tetapi karena PDIP tidak bisa mengusulkan sendiri dan harus berkoalisi jadi kami akan rembuk dengan partai koalisi,’’ bebernya.
Sebelum masuk PDIP 2019 lalu, Lisdyarita sempat menjabat sebagai Ketua Partai Perindo Kabupaten Ponorogo (2016-2019).
Sementara itu, hingga berita ini ditulis Lisdyarita belum dapat dikonfirmasi perihal isu pecah kongsi.
Dari informasi yang dihimpun, Lisdyarita tengah sibuk menjalankan agenda kerja sebagai wabup kemarin. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid