PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Padatnya event Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) membuat Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo kewalahan.
Selain menggandeng creative agency dalam gelaran tahunan itu, sebanyak 80 volunteer turut dipekerjakan demi suksesnya acara.
Kepala Disbudparpora Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi mengatakan, keterlibatan volunteer dalam perayaan Grebeg Suro bukanlah kali pertama.
Sejak beberapa tahun terakhir, mereka dilibatkan dalam tugas memandu peserta FNRP sejak tiba di Bumi Reog hingga kembali ke kota asal.
Termasuk mendampingi peserta latihan, berada di basecamp, serta memandu alur kontingen selama pentas.
‘’Kalau dulu sebutannya pemandu reog, sekarang volunteer atau relawan. Intinya bertugas membantu peserta FNRP dan reog remaja,’’ jelas Judha.
Kendati berstatus volunteer, penjaringan melalui proses seleksi. Mempertimbangkan riwayat hidup, maupun keterampilan.
Mereka pro bono alias tidak digaji. ‘’Kami harapkan teman-teman relawan semangat saat bertugas nanti,’’ ujarnya.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menambahkan, keberadaan anak muda dalam FNRP diharapkan menambah semarak perayaan Grebeg Suro.
Sekaligus bentuk kepedulian kaum muda terhadap seni dan budaya asli kabupaten ini. Ditandai dengan tidak adanya honor bagi mereka.
‘’Kami undang semua jadi pelaku, karena ini kebanggaan bersama,’’ tegas Kang Giri, sapaan bupati.
Sugiri berharap effort para volunteer maksimal. Seiring FNRP menjadi salah satu pendongkrak status Reog Ponorogo di mata dunia.
‘’Ke depan kami harapkan tidak hanya event kelas nasional, tapi FNRP ini bisa naik kelas internasional,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid