PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Alun-alun Ponorogo dipenuhi ribuan jemaah pengajian akbar dengan tema “Freen!! Tobat Geden Sholawat Keren” Kamis malam (6/6/2024).
Acara ini diselenggarakan oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dengan menghadirkan pendakwah kondang Miftah Maulana Habiburrahman atau yang lebih dikenal dengan Gus Miftah.
Selain Gus Miftah, acara ini juga dimeriahkan oleh tim hadrah Syubbanul Muslim bersama dengan Gus Hafidz dan Gus Azmi.
Turut hadir dalam pengajian ada bupati dan wakil bupati beserta jajaran, pejabat TNI-POLRI, hingga anggota DPRD.
Tak hanya ribuan jemaah asal Ponorogo, melainkan juga dari berbagai daerah sekitarnya.
Pengajian dimulai dengan lantunan sholawat dari tim hadrah Syubbanul Muslim yang memeriahkan suasana hingga kedatangan Gus Miftah tepat pada pukul 22.00 WIB.
Seperti biasa, Gus Miftah membuka acara dengan kata-kata mutiara dan candaan yang membuat suasana menjadi cair.
Salah satu candaan yang dilontarkan Gus Miftah mengenai kesederhanaan Bupati Sugiri Sancoko.
"Kang Giri ini merupakan bupati yang sangat sederhana, saya agak sulit membedakan antara diksi sederhana dan miskin. Apakah beliau ini termasuk pribadi sederhana atau miskin, ya BBT beda-beda tipiss," candanya diikuti tawa oleh para hadirin.
Tidak hanya itu, Gus Miftah juga menyapa istri Kang Bupati dengan candaan yang mengundang gelak tawa.
"Haloo Bu. Saya meyakini kesuksesan seorang Sugiri tak lepas dari doa seorang istri, itu artinya semakin banyak istri semakin banyak yang mendoakan," ujarnya.
Dalam tausiyah singkatnya, Gus Miftah menjelaskan tentang perbedaan antara ahli syariat, ahli hakikat, ahli ma’rifat, dan ahli maksiat dalam menemukan kebesaran Tuhan.
"Sesuai judulnya yang keren 'Tobat Geden Sholawat Keren', tapi gaenaknya sholawat keren pastinya identiknya dengan Gus Azmi dan Gus Hafidz. Begitu ngomong tobat kaitannya pasti dengan maksiat, mesti kaitannya dengan Miftah," ujarnya mengawali tausiyah.
Gus Miftah menekankan kepada para seluruh jemaah yang hadir maupun streaming bahwa pentingnya memahami diri sendiri untuk mengenal Tuhan.
"Kemudian kalau ahli syariat menemukan Tuhan dengan ilmunya, ahli hakikat menemukan Tuhan dengan toriqohnya, ahli ma’rifat menemukan Tuhan di dalam dirinya. Makanya telah disampaikan, man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu, barang siapa yang mengetahui siapa dirinya, dia mengetahui siapa Tuhannya," jelasnya.
Gus Miftah juga mengingatkan para jemaah untuk tidak memandang rendah orang lain, terutama ahli maksiat yang mungkin menemukan Tuhan melalui air mata taubat mereka.
"Ahli maksiat akan menemukan Tuhannya dalam air mata taubatnya. Dan jangan kalian memandang sebelah mata seorang ahli maksiat, karena bisa jadi kalian sendiri yang celaka," pungkas Gus Miftah.
Di sela-sela pengajian, Gus Miftah tak lupa berbagi rejeki dengan memborong es teh keliling dan menyuruh ajudannya membagikan rejeki kepada pedagang lain di sekitar panggung.
Acara pengajian tersebut, ditutup dengan membagikan ijazah doa kepada seluruh jemaah dan ditutup dengan Mahalul Qiyam bersama.
Acara pengajian ini sukses menciptakan suasana yang penuh hikmah dan kebersamaan, serta mengukir kesan mendalam bagi para jemaah yang hadir. (okta-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid