PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Semangat Nurul Susanti menempuh pendidikan patut diacungi jempol.
Siswa kelas dua SDN 5 Krebet itu rela berjalan kaki 45 menit menuju sekolah setiap harinya. Melewati jalan tanah hingga naik turun bukit.
Nurul melakoni keseharian itu bersama 12 temannya yang tinggal di area perbukitan Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Jambon.
Biasanya, mereka menyusuri jalan setapak makadam membelah hutan pinus selama dua jam dengan jarak tempuh dua kilometer.
‘’Berangkatnya pagi pukul 06.00, ke rumah teman dulu baru ke sekolah,’’ ujarnya.
Agus Budi Kurniawan, guru SDN 05 Krebet, mengatakan bahwa tempat tinggal Nurul dan 12 persis berada di atas bukit.
Aksesnya sulit, melewati jalan setapak naik turun dan sempit dengan berjalan kaki. ‘’Ada satu dua yang diantar orang tua, tapi sebagian besar jalan kaki karena jalannya memang sulit,’’ ungkap Agus.
Rute jalan dusun, lanjut Agus, semakin sulit ditempuh saat musim hujan. Selain becek, biasanya rawan bencana seperti longsor.
Bahkan, tidak jarang sekolah meliburkan para peserta didik tersebut tatkala kondisi darurat. ‘’Semangat anak-anak bersekolah luar biasa, kami sebagai guru bangga,’’ jabarnya.
Terpisah, Kepala Desa Sidoharjo Sarmin mengklaim bahwa kerusakan jalan di Dusun Sidowayah dan sekitarnya telah dipantau.
Jalan tersebut merupakan jalan desa yang menjadi kewenangan pemerintah desa (pemdes) setempat.
Dampaknya, 140 kepala keluarga (KK) kesulitan keluar masuk wilayah. Pun, menjadi kendala tersendiri warga mengakses layanan dasar maupun administrasi.
‘’Kami sempat ajukan permohonan hibah ke Perhutani agar jalan bisa kami perbaiki menggunakan dana desa, tapi tidak mudah,’’ tambahnya.
Perbaikan terkendala lantaran status jalan merupakan milik Perhutani. Sarmin berharap Pemkab setempat cawe-cawe mengurai problem tersebut.
Paling tidak jalan setapak sepanjang dua kilometer itu dibebaskan. Sehingga pihaknya dapat melakukan perbaikan.
‘’Bahkan tak jarang harus ditandu, orang sakit, hamil mau persalinan, anak-anak,’’ pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid